Dahsyatnya Musafahah

Pati – Ada pengaruh positif yang ditimbulkan dari berjabat tangan (musafahah) antara yang dilakukan dua orang atau lebih. Karena, dengan berjabatan tangan akan membawa suasana hati menjadi lebih tenang dan senang. Kondisi inilah yang kemudian diterapkan di Kementerian Agama Kabupaten Pati yang terus melakukan perubahan-perubahan dalam berbagai bidang, tidak terkecuali perubahan dalam hal sikap dan perilaku sehari-hari.

Ada beberapa kebiasaan rutin yang telah dilakukan oleh Kemenag Kabupaten Pati, di antaranya kebiasaan berjabat tangan atau musafahah setelah apel pagi, sebagimana terlihat pasca-apel pagi di halaman kantor setempat, Jum’at (22/6).

Kepala Kankemenag Kabupaten Pati Imron mengatakan, Dia ingin membangun kekuatan dan kekompakan ASN Kemenag Pati mulai dari hal yang kecil, seperti kebiasaan membaca asmaul husna dan kebiasaan musafahah ini, tandasnya.

Teknisnya, setelah prosesi apel pagi semua pejabat berjejer, kemudian semua peserta apel secara tertib melakukan musafahah. Musafahah dilakukan antar pejabat dengan karyawan, karyawan dengan sesama dan pejabat dengan pejabat. “Sungguh luar biasa dampak dari adanya prosesi musafahah ini, semuanya tampak akur dan harmonis,” ujar Imron.

Namun, kata dia, musafahah ini tentunya dengan niat yang positif, tulus dan ikhlas, tidak ada motif tertentu yang tidak dibenarkan. Saling berjabat tangan dan bertatap muka akan menambah keakraban, kekeluargaan dan menumbuhkan keharmonisan. “Inilah modal yang luar biasa bagi peningkatan kinerja di lingkungan Kemenag Kabupaten Pati,” ungkapnya.

Ya, sentuhan (berjabat tangan) merupakan hal yang sehat dan menenangkan. Semua orang membutuhkannya, walaupun hal itu dapat menjadi masalah yang peka bagi sementara orang. Pengaruh positif yang ditimbulkan oleh sentuhan terhadap sistem syaraf bukan ditimbulkan oleh kuantitas, melainkan oleh kualitas dan frekuensi sentuhan, pungkasnya. (Am/bd)