#Dari Sarasehan Moderasi Beragama (1), “Mari Sebarkan Moderasi Beragama, Tak Sebatas Ruang Diskusi”

KESEPAKATAN bersatu dalam perbedaan telah terjadi sejak proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 1945. Kendati Indonesia berpenduduk mayoritas Islam, founding fathers telah menyepakati NKRI sebagai bentuk negara khatulistiwa ini. Tujuannya agar dapat hidup bersama-sama dengan rakyat Indonesia yang beragama lain.

“Moderasi Beragama” lantas disebut sebagai solusi yang tepat untuk mempertahankan kerukunan bangsa di tengah keberagaman agama, etnis dan budaya. Para narasumber yang berkompeten di bidangnya mengemukakan pentingnya moderasi beragama tersebut dalam Sarasehan pemberdayaan Potensi Daerah dan Percepatan Moderasi Beragama untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, pada Rabu (15/9/2021) di Ponpes Kauman, Lasem Rembang.

Acara ini digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah dan FKUB Kabupaten Rembang bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah dan Badan Kesbangpol Jawa Tengah. Terlibat pula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang dan Badan Kesbangpolinmas Kabupaten Rembang.

Acara ini dibuka oleh Bupati Rembang yang diwakili oleh Plt Kepala Badan Kesbangpolinmas Kabupaten Rembang, Harjono. Gubenur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo memberikan arahan secara virtual. Sementara tiga narasumber yang didapuk untuk memberikan paparan yaitu Kepala Badan Kesbangpol Jawa Tengah, Haerudin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Musta’in Ahmad dan pengasuh Ponpes Kauman Lasem, KH Zaim Ahmad Ma’shoem.

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada FKUB dan instansi terkait yang telah berinisiatif menggelar acara ini. Dikatakannya, perbedaan di nusantara ini telah ada sejak sebelum kemerdekaan. Tapi para founding father telah menegakkan persatuan di atas perbedaan tersebut.

“FKUB merupakan implementasi dari cita-cita lama untuk mempertahankan persatuan bangsa. Apa jadinya jika negara hanya mengakomodasi satu agama saja dan satu suku saja?,” kata Gubernur.

Gubernur berpendapat moderasi beragama sangat tepat untuk mengimplementasikan Bhinneka Tunggal Ika. “Sudahkan kita khatam memahami Bhinneka Tunggal Ika? Serertinya belum. Maka dari itu, mari kita bangun moderasi beragama, tidak sebatas di ruang diskusi, namun juga kepada semua lapisan masyarakat,” pesan Gubernur.

Haerudin menambahkan, bangsa Indonesia lahir karena kesepakatan untuk rukun dan mau bersatu. Keinginan ini tercatat dalam sumpah pemuda. “Kala itu telah disepakati untuk melupakan dari suku mana, dari pulau mana dan dari etnis mana. Jadi memang dari awal sudah ada perbedaan, lalu setuju untuk sepakat bersatu,” ujar Haerudin.

Ketua FKUB Jawa Tengah, KH Taslim Syahlan mengatakan, upaya penguatan moderasi beragama ini di antaranya dengan meggelar kegiatan sarasehan yang melibatkan seluruh tokoh agama dan ormas keagamaan.”Kegiatan kami pusatkan di daerah-daerah. Tahun ini kami ada 7 putaran. Kabupaten Rembang termasuk salah satunya,” kata Taslim.

Ketua FKUB Kabupaten Rembang, KH Atho’illah Muslim menambahkan, sarasehan ini adalah sebagai upaya penguatan moderasi beragama dan ikhitiar untuk memberikan sumbangsih akan hadirnya Indonesia tangguh dan tumbuh. – (Shofatus Shodiqoh)