DDLK Upaya Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Agama

Klaten – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten selama 7 hari dari 23-29 Oktober mengadakan Diklat Di Luar Kampus (DDLK) Diklat Teknis Substantif Tenaga Keagamaan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS. Diklat yang diikuti oleh 35 Penyuluh Agama Islam Non PNS perwakilan dari penyuluh yang sudah mendapatkan SK yang bertempat di Aula Al Ikhlas Kemenag Klaten yang dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, (23/10).

Kakankemenag Klaten, Masmin Afif dalam pembukaannya mengatakan, 35 penyuluh Non PNS yang dipanggil untuk mengikuti Diklat ini adalah kehormatan dan sekaligus kesempatan yang luar biasa. Kakankemenag berpesan agar mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkat kompetensi diri.

“Dari 210 Penyuluh Non PNS se Kabupaten Klaten, 35 penyuluh yang diberi kesempatan untuk mengikuti DDLK dan yang sudah masuk Simdiklat Baldik, ini patut disyukuri untuk menambah pengetahuan dalam kepenyuluhan,” kata Masmin.

Penyuluh harus menjadi teladan dan panutan di tengah-tangah masyarakat, mengingat tugas penyuluh sebagai pemberi ilmu dan pencerah masyarakat serta membina akhlak mereka, kita berharap agar para penyuluh agama non PNS ini  menjadi garda terdepan dalam rangka membantu KUA dan Kementerian Agama Kabupaten dalam membina masyarakat, serta senantiasa menjunjung tinggi citra Kementerian Agama Kabupaten Klaten khususnya.

“Jangan sampai penyuluh agama justru membuat resah dan kebingungan pada masyarakat binaannya, jadilah penyejuk dan pemersatu perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat,” harapnya.

Di era sekarang ini dengan kemajuan tekhnologi dan kemajemukan masyarakat, penyuluh agama dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan pengembangan diri. DDLK inilah sebagai upaya pemerintah untuk selalu mengasah dan meningkatkan kemampuan dalam kepenyuluhan.

Selanjutnya Kakankemenag mengharapkan agar kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara terus menerus secara bergiliran, mengingat jumlah penyuluh Agama di Klaten sangat banyak.(aj/Wul)