Debarkasi Solo siap sambut kedatangan jemaah haji

Boyolali – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo sejak Senin (28/09) sudah mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Jemaah Haji (JH), setelah pengukuhan Satuan Petugas  (SATGAS) PPIH Debarkasi Solo pada Minggu (27/09), dilanjutkan dengan Apel Siaga kesiapan Satgas pada Senin (28/09) dan tadi malam (28/09) Rapat Koordinasi Persiapan Penyambutan Jemaah Haji Kloter 01 asal Kabupaten Cilacap yang dipimpin langsung oleh Ketua PPIH Drs. H. Ahmadi, M. Ag.

Sesuai dengan surat pemberitahuan dari Garuda bahwa kloter 01 SOC ada perubahan jadwal yang rencana semula tiba di Bandara Adi Soemarmo pada pikul 02:40 WIB menjadi 05:25 WIB, dengan rencana terbang dari Bandara king Abdul Aziz Jeddah pada pukul 16:00 WAS. Namun kenyataan pesawat dengan nomor penerbangan GA 6501 lepas landas pada pukul 20:00 WIB yang rencananya akan mendarat di Bandara Adi Soemarmo pada pukul 12:10 WIB.

Pada saat rapat persiapan, Ketua PPIH menanyakan penyebab dari mundurnya jadwal penerbangan pesawat pembawa jemaah haji kloter 01 asal Kabupaten Cilacap, namun belum ada konfirmasi resmi dari pihak Garuda terkait perubahan jadwal tersebut.

Sedangkan dari bidang kesehatan melaporkan kesiapannya baik dari segi tenaga kesehatan, sarana prasarana kesehatan hingga obat-obatan yang mungkin diperlukan dalam melakukan pengecekan kesehatan jemaah haji yang baru tiba dari tanah suci, serta tidak ada informasi terkait jemaah haji yang perlu penanganan khusus akibat gangguan kesehatan.

Sedangkan dari kesekretariatan sudah mengirimkan undangan kepada jajaran pejabat di lingkungan Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Kankemenag se-Solo Raya. Rencananya jemaah haji kloter 01 asal Kabupaten Cilacap akan diterima oleh Asisten Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Taufik Hidayat.

Ketua PPIH menekankan kepada seluruh jajaran PPIH Debarkasi Solo sebanyak 23 personil didukung dengan Satgas PPIH berjumlah 175 personil dapat semaksimal mungkin melayani kedatangan jemaah haji dari tanah suci menuju daerah masing-masing.

“Dengan jumlah personil PPIH dibantu Satgas yang memadai diharapkan dapat bekerja secara optimal dalam rangka membantu dan melayani jemaah haji yang datang untuk kemudian menuju daerah masing-masing,” ungkap Ketua PPIH memberikan penekanan tanggung jawab kepada jajarannya.

Ketua PPIH menegaskan kembali terkait musibah yang terjadi di Mina bahwa petugas sudah sekuat tenaga dalam upaya identifikasi jemaah haji Indonesia.

PPIH Arab Saudi berusaha secara maksimal untuk dapat mengidentifikasi seluruh jemaah haji Indonesia baik yang wafat, dirawat di rumah sakit ataupun yang masih belum kembali ke pemondokan sampai dengan saat ini. Update informasi akan terus dilakukan dalam rangka memberikan informasi terhadap perkembangan musibah Mina sehingga bisa meminimalisasi kecemasan masyarakat khususnya keluarga korban,” lanjut Ahmadi menegaskan.

Hingga sampai dengan hari ini (29/09) jemaah haji yang menjadi korban dalam musibah Mina ada 3 jemaah yang dinyatakan wafat dan 7 jemaah yang sampai dengan saat ini belum kembali ke pemondokan dan masih dalam penyisiran. (gt)