Demak Canangkan Madrasah Berbasis Tahfidz

Demak – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak pada tahun 2017 ini mencanangkan program tahfidz sebagai basis madrasah. Guna menunjang program itu, Kantor Kemenag akan membagikan 260 eksemplar Al Quran khusus tahfidz secara gratis.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, Muhammad Thobiq menyampaikan bahwa program madrasah berbasis tahfidz ini bertujuan agar siswa selepas lulus minimal bisa hafal satu juz, terlebih jumlah madrasah di Kabupaten Demak paling banyak kedua se-Jateng setelah Kabupaten Pati.

“Jumlah siswa madrasah se-Kabupaten Demak sebanyak 71.000-an anak, mereka tersebar di 132 madrasah ibtidaiyah (MI), 133 madrasah tsanawiyah (MTs) dan 67 madrasah aliyah (MA),” papar Thobiq didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, Juair, Selasa (31/01).

Dasar pencanangan program madrasah berbasis tahfidz ini sejalan dengan pendidikan karakter sebagai prioritas dibading pengetahuan kognitif di sekolah. Selain itu, anak-anak penghafal Al Quran adalah termasuk wali Allah, sehingga kabupaten Demak sebagai Kota Wali nantinya dapat menghasilkan wali-wali Allah yang di masa depan menjadi pemimpin yang Qurani, sejauh ini masih terlihat dikotomi pendidikan antara madrasah dan pesantren.

“Program tahfidz ini nantinya dapat mengintegrasikan keduanya sehingga madrasah dan pesantren bisa selaras dan saling menguatkan. Guna mendukung program ini, pihaknya menyediakan 260 eksemplar Alquran khusus tahfidz yang bisa dimiliki madrasah secara gratis,” imbuhnya.

Syaratnya cukup mudah yakni pihak madrasah harus mempresentasikan program kelas tahfidz yang akan menjadi program unggulan. ”Kami ingin mereka memiliki konsep yang jelas terkait pengembangan madrasah berbasis tahfidz. Jadi tidak semata slogan saja,” jelasnya, dalam arahan kepada para kepala madrasah dalam setiap monitoring atau dalam kegiatan apapun yang melibatkan madrasah. (tgh/gt).