Demak Gelar Istighosah Kebangsaan

Demak – Senin malam (05/12) Alun-alun Demak dibanjiri oleh ribuan jamaah kaum muslimin baik yang berasal dari Kabupaten Demak maupun dari luar Demak. Benar saja malam itu Alun-alun Demak menggelar Istighosah Kebangsaan yang dipimpin oleh Habib M. Luthfi Ali bin Yahya dari Pekalongan dan dihadiri juga oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dengan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indoesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Wakapolres Demak serta ditirukan oleh seluruh jamaan, acara Istighosah Kebangsaan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan didukung oleh Kementerian Agama berjalan dengan lancar, aman dan damai.

Nampak hadir di barisan undangan Bupati Demak Muhammad Natsir beserta jajaran Forum Komunkiasi Pimpinan Daerah (FORKOPINDA) Kabupaten Demak, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah Ahmad Daroji, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Ahyani mengisi barisan kedua podium.

Bupati Demak meluapkan kekaguman yang luar biasa karena warga Demak dapat berkumpul dan bersatu berdoa bersama memohon ridho Allah untuk Indonesia yang berdaulat, kokoh dan bermartabat.

“Malam ini sangat luar biasa, kita bersama memohon ridho-Nya dan kembali diingatkan untuk berperan dalam memberikan kontribusi melanjutkan pembangunan Indonesia, demi Indonesia yang berdaulat, makin kokoh dan menjadi bangsa yang besar,” tutur Natsir.

Sementara itu Ganjar Pranowo mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama merawat Indonesia yang telah dibangun para pendahulunya agar Indonesia tetap utuh dalam keragaman dan kebhinnekaan.

“Mari kita rawat Indonesia yang telah dibangun oleh para pendahulu yang hebat bersama-sama, jangan sampai kehebatan itu runtuh karena kita tidak bersatu. Keragaman di Indonesia merupakan sunnatullah, hendaknya perbedaan menjadikan saling melengkapi dan memperkuat,” tegas Ganjar.

Dalam Istighosah Kebangsaan Habib Luthfi menyampaikan tausiyahnya kepada jamaah untuk kembali berpegang pada dua nilai kebangsaaan, yang pertama komitmen menjaga ke-Indonesia-an yang kuat dan kokoh, dengan komitmen yang kuat dan kokoh tidak akan mampu menggoyahkan ke-Indonesia-an kita sekalipun seberapa besar dan kuatnya pengaruh yang datang dari luar untuk merong-rong dan mengoyak keutuhan Indonesia.

Kedua, menyadari kebhinnekaan, dengan menyadari kebhinnekaan maka kita akan lebih arif untuk menjaga harmoni dari bermacam-macam perbedaan yang ada di Indonesia.(gt-tb/gt)