Dengan Aksioma Jadikan Madrasah Menjadi Idola Pendidikan

Banjarnegara – Saat ini pendidikan di Madrasah bersaing dengan pendidikan di sekolah dalam berbagai bidang. Selain dari prestasi pendidikan, prestasi seni dan olahraga juga mulai dibangun pada even internal  Kementerian Agama, salah satunya melalui Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA).

Demikian di sampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara Masdiro secara langsung pada Apel Pembukaan AKSIOMA Tingkat MI dengan mengambil tempat di MIN Madukara pagi ini (29/03) dengan peserta 640 siswa. “Atas terselenggaranya AKSIOMA, saya apresiasi dan terima kasih, semoga bisa membawa prestasi siswa-siswi MI pada perlombaan Seni dan Olahraga,” disampaikan.

Dengan pertanyaan kenapa AKSIOMA dilaksanakan oleh Kementerian Agama salah satunya adalah untuk memberikan pengaruh yang siginifikan dan proses belajar di madrasah, menumbuhkembangkan prestasi siswa dalam bidang seni dan olahraga, sehingga kesejajaran dalam prestasi dengan sekolah bisa di raih bahkan bisa di ungguli.

“Pelaksanaan aksioma yang digelar 2 tahun sekali ini juga sebagai media silaturrohmi antara siswa, guru dan komponen pendidikan madrasah se-kabupaten, saling mengenal, memahami dan saling sharing demi kemajuan pendidikan dan prestasi,” jelasnya.

Selain itu harapan kegiatan AKSIOMA ini juga sebagai syiar pendidikan sesuai slogan “madarasah lebih baik, lebih baik madarash”,  dan bisa menjadi pilihan dan idola orang tua untuk memasukkan putra-putranya di madrasah yang sudah terbukti menjadi Idola pendidikan dengan nilai tambah dan prestasi.

Kakankemenag mengungkapkan terkait pembentukan mental juara juga harapan yang ingin dicapai melalui perlombaan ini. Dua poin, yakni melalui Seni dan Olah raga. Dari seni ditanamkan seni kepada siswa-siswi peserta lomba yang memiliki akhlak dan budaya Islam juga Indonesia. Terkait olahraga, membentuk diri sehat, berprestasi, mandiri, dan berkarakter.

Di akhir sambutannya, Masdiro berharap bahwa Integrasi dari Seni dan Olahraga dengan berdasar Imtak (Iman dan Takwa) diharapkan bisa membentuk generasi yang berkepribadian dan meneruskan perjuangan membangun bangsa dengan baik dan benar, sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa ini. (Nangim/Af)