Dengan Bertambahnya Usia ASN Harus Cerdas dan Berinovasi

Kudus, – 3 / 1 Dalam cuaca pagi yang cerah,  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus menyelenggarakan upacara bendera dalam  rangka memperingati Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke 72. Uapacara tahun ini  terasa berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, dengan hadirnya Bupati Kudus, para Kepala OPD yang ada di Kabupaten Kudus, pejabat STAIN, Kasi/Gara,Kepala KUA se Kabupaten Kudus, seluruh ASN  bertempat   di Lapangan STAIN Kudus

Bupati Kudus, Mustofa selaku inspektur upacara, membacakan  sambutan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin  mengatakan Kementerian Agama bertugas sebagai pengawal dasar negara yaitu Pancasila yang didalamnya mengandung nilai nilai agama  dan mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.

Melihat amat pentingnya tugas itu, maka pada setiap diri aparatur Kementerian Agama melekat beberapa misi yang saling terkait. Misi itu antara lain mengayomi bangsa dengan bimbingan kehidupan beragama yang berkwalitas, melebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan sesuai kebutuhan serta menjaga kerukunan hidup atar umat beragama.

Tuntutan publik terhadap kita semakin tinggi , terbuka dan spontan. Oleh karena itu diperlukan sikap yang cerdas dalam merespon tuntutan masyarakat terhadap Kementerian Agama

 ASN Kemenag seharusnya tidak hanya sekedar menyerap anggaran secara maksimal setiap tahun, namun penyerapan anggaran harus diselaraskan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya secara optimal . Disisi lain kita juga harus giat berinovasi agar lembaga kita terasa kekinian , jangan sampai dianggap mesin tua yang usang.

Mengiringi usianya yang ke 72 , Kementerian Agama sukses menorehkan sejumlah prestasi yaitu di bidang tata kelola mendapat opini hasil audit BPK dengan predikat Wajar Tanpa pengecualian dan kenaikan indeks penilaian reformasi birokrasi. Di bidang pelayanan haji, indek kepuasan jamaah haji meningkat . Indek kerukunan beragama berada dalam angka positif. Begitu pula dalam pelayanan nikah di KUA dinilai sebagai penyumbang PNBP terbesar , juga sebagai pelopor LHKPN terbanyak serta beberapa penghargaan lainnya dari Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK).

Dengan prestasi yang telah dicapai ini maka Kementerian Agama telah mampu bertransformasi melalui tim yang baik, namun hal ini harus segera diimbangi dengan  perubahan mental, cara berpikir dan budaya kerja yang baik. Lima Nilai Budaya Kerja tidak  boleh sekedar  menjadi slogan, tetapi harus terus terinternalisasi dalam setiap pelaksanaan tugas di masing masing satuan kerja. Selain itu prinsip Bersih dan Melayani harus senantiasa dijunjung tinggi.

Setelah selesai upacara bendera  dilanjutkan ramah tamah dan  beberapa penyerahan yaitu 1).penyerahan   bantuan pendidikan anak Dharma  Wanita Persatuan (DWP) Kemenag gol 1 dan 2 sebesar Rp 6.400.000 diberikan kepada 16 anak setiap anak menerima Rp. 400.000,- 2).Penyerahan tropy dan  hadiah dari DWP Kemenag kepada pemenang lomba merangkai sayur asem. 3).Penyerahan hadiah lomba tennes meja antar jajaran Kemenag.(St.Zul/Eti)