Dengan Isro Miroj Mari Kita Tingkatkan Sholat

Temanggung- Dalam rangka memperingati Isro’ Mi’roj  Nabi Muhammad SAW, MTsN Kedu menyelenggarakan kegiatan Pengajian dengan tema “ Isro’ Mi’roj Mari Kita Tingkatkan Sholat “ bertempat di Mushola MTsN Kedu dengan diikuti seluruh siswa MTsN Kedu kelas VII dan VIII, Sabtu (29/04).

Kegiatan peringatan Isro’ Mi’roj ini dilatar belakangi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah merosotnya moral dan tingkat kesadaran remaja untuk beribadah atau sholat, mengapa demikian? Jika kita melihat kondisi pada era modern ini sangat minim para remaja yang sadar akan kewajibannya untuk sholat, lalu bagaimana solusinya? “ Melalui kegiatan ini diharapkan siswa mampu bertanggung jawab akan kewajibannya melakukan sholat, dapat meningkatkan dan memupuk iman dan taqwa kepada Allah SWT,” ungkap Siti Rondhiyah selaku Pembina OSIS.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari bapak Asrofi, selaku Waka Kesiswaan, dalam sambutannya Asrofi menyampaikan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang kita selenggarakan ini, mempunyai arti penting bagi umat Islam. diharapkan kegiatan ini tidak hanya sekedar seremonial saja, melainkan bagaimana mengambil hikmah dari setiap peringatan dan hikmah dari perjalan Nabi Muhammad SAW dalam menerima ibadah sholat lima waktu.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Kegiatan ini hakikatnya merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas limpahan berkah dan rahmat-Nya sehingga saat ini kita semua masih diberi kesehatan, kekuatan dan kelancaran dalam melaksanakan aktivitas kita, dengan peringatan Iisra’ Mi’raj ini semoga kita menjadi umat yang lebih bertawa dan meningkatkan iman kita serta selalu disiplin dalam sholat, waktunya sholat jangan ditunda-tunda,” ungkapnya.

Setelah ditampilkan hiburan rebana oleh siswa MTsN Kedu dilanjutkan acara inti yaitu tausiyah oleh Kyai Abdul Aziz. Beliau menengaskan kepada seluruh siswa makna dari Isro’ Mi’roj yaitu agar selalu menjalankan sholat lima waktu. Dikatakannya, sholat merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena telah memberikan berbagai nikmat di dunia, baik itu nikmat sehat, nikmat melihat, mendengar, makan, minum dan lainnya.

“Sholat juga kebutuhan rohani sehingga dalam melakukan ibadah sholat harus benar-benar dilaksanakan secara khusuk,” katanya.

Oleh karena itu, ia berharap agar momentum Isra Mi’raj yang merupakan peringatan keistimewaan Rasulullah untuk bertemu langsung dengan Allah dan menerima perintah sholat lima waktu dan menjadi fondasi dan tata nilai dalam kehidupan di dunia, bisa menjadi motivasi umat Islam.

“Mari kita mulai mengisi masjid-masjid yang kosong untuk melaksanakan sholat lima waktu secara berjamaah,” imbuhnya.

Tidak hanya itu Kyai Abdul Aziz juga menuturkan pentingnya menjaga kerukunan antar umat Islam baik dilingkungan Madarasah maupun dalam bermasyarakat. Janganlah mengedepankan perbedaan yang ada tapi lebih untuk saling toleransi antara umat satu dengan umat yang lainya sehingga terciptalah kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat.

“Islam adalah agama rahmatan lilalamin, jadi jangan perbedaan yang diutamakan. Intinya kan mencari ridha dari Alloh SWT, kalau Alloh ridha semua pasti akan dimudahkan,” tegasnya.(sr)