Dengan SKP, Tidak ada lagi pegawai yang tidak tahu tugasnya

Sragen – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H. Ahmadi menyampaikan pembinaan dinas di Kantor Kementerian Agama Kab. Sragen pagi ini dengan diikuti para PNS yang terdiri atas para guru, kepala madrasah, pengawas dan pegawai Kankemenag Sragen.

Selain untuk pembinaan dinas dari Kakanwil serta penyampaian informasi kepegawaian dan pendidikan, acara ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dan soliditas antara pengelola madrasah se Kab. Sragen, memupuk kekeluargaan keluarga kementerian agama sekaligus sebagai wahana taaruf dengan Kepala Kankemenag dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, sebagaimana disampaikan oleh HM. Aris S, selaku Ketua Panitia, yang dibenarkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Sragen, H. Ahmad Nasirin. Kankemenag mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kakanwil karena beberapa kegiatan yang lalu meskipun sudah direncanakan, Kakanwil belum bisa hadir. “Alhamdulillah, selamat datang dan terima kasih”, demikian disampaikan Nasirin dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu ditampilkan penampilan pidato 3 bahasa oleh salah satu murid MTsN Sragen yang sangat memukau. Kakanwil sangat mengapresiasi penampilan tersebut dan meminta supaya bisa dikembangkan dan ditampilkan pada event khusus pada tingkat provinsi. “Hal ini penting untuk memberikan motivasi kepada para murid madrasah sekaligus menunjukan bahwa prestasi madrasah sudah lebih baik”, tutur Kakanwil mengawali sambutan pembinaannya.

Lebih lanjut, Kakanwil menyampaikan prestasi Kementerian Agama semakin meningkat terutama dalam pelayanan haji, pelayanan nikah, dan pelayanan pendidikan. Dengan 3 pelayanan keagamaan itu semakin baik maka akan menunjukkan jati diri Kementerian Agama untuk mewujudkan visi “Terwujudnya masyarakat Jawa Tengah yang taat beragama, rukun, cerdas, mandiri, sejahtera lahir dan batin”.

Kakanwil mengingatkan, prestasi yang baik itu hendaknya tidak membuat terlena bagi para pegawai, namun sebaliknya justru semakin memberikan motivasi untuk berbuat dan bekerja lebih semangat dan lebih baik. “Yel-yel kita adalah kerja, kerja, kerja”, jelasnya. Seluruh jerih payah dan kinerja tidak ada yang sia-sia, terlebih lagi dengan penerapan reformasi birokrasi di Kementerian Agama, semua aktivitas pegawai bisa dilihat dan dihitung seberapa tinggi kualitasnya. Seluruh pegawai harus mampu menyusun SKP sebagai kontrak kerja dengan atasan dan mempertanggung jawabkan pelaksanaannya, baik secara harian, bulanan, maupun tahunan. “Tidak ada lagi pegawai yang kerjanya cuma mondar-mandir. Semua pegawai harus memahami tugas dan tanggung jawabnya”, tandasnya.

Dijelaskan pula bahwa kinerja merupakan bagian dari kompetensi yang terdiri dari 4 unsur: pertama, memiliki pengetahuan untuk mencari dan menemukan pemecahan masalah. Kedua, ketrampilan teknis untuk memilih dan menggunakan metode yang tepat, ketiga, motivasi untuk berprestasi, dan keempat, karakter. Terkait dengan karakter ini, Kementerian Agama telah meluncurkan 5 Nilai Budaya Kerja (integritas, profesionalisme, inovasi, tanggungjawab, dan keteladanan). (fat)