Dharma Wanita Berkontribusi Positif dalam Pemberdayaan Perempuan

Karanganyar – Kepala Kankemenag Kabupaten Karanganyar Musta’in Ahmad memberikan pembinaan kepada Ibu-ibu Darma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar dalam pertemuan rutin bulanan di Aula Kantor, Jum’at (23/02).  Pertemuan diikuti anggota DWP yang merupakan istri dari pegawai kantor dan pegawai perempuan di Kemenag Karanganyar.mengatakan bahwa Dharmawanita sangat penting untuk pemberdayaan perempuan, khususnya para istri pegawai negeri sipil. Menurutnya, Dharmawanita kedepan harus terus berbenah dan mengevaluasi kegiatan-kegiatannya guna perbaikan dan mengikuti perkembangan zaman.

“Darma wanita semua kegiatannya sudah dilakukan untuk pemberdayaan perempuan. Terus memberi manfaat, terus di evaluasi, mana-mana yang perlu ada perbaikan, mana yang sudah tidak lagi pas. Terus di sesuaikan dengan perubahan dan perkembangan yang ada,” kata Musta’in.

Lebih lanjut Kepala Kantor mengatakan, agar Darma Wanita memiliki kontribusi positif, minimal untuk dirinya sendiri. Disamping itu, saat ini eranya adalah era pemberdayaan perempuan, dimana banyak perempuan-perempuan yang berprestasi menjadi pejabat di Indonesia.

“Darma wanita harus punya konstibusi positif untuk dirinya sendiri agar para istri pegawai khususnya dan dikuatkan pegawai perempuan dapat mengikuti perrubahan zaman dengan baik. Saat ini eranya adalah era perempuan. Hasil evaluasi kementerian lembaga, kementerian yang dianggap berprestasi adalah kementerian dimana menterinya adalah perempuan, yaitu Menteri Perikanan dan Kelautan Ibu susi, Menteri Sosial Ibu Khofifah, serta Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani dan peringkat keempat adalah Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin,” jelasnya.

Di sela-sela pembinaannya, Kepala Kemenag juga menyampaikan informasi terkait dengan model baru pembayaran honor di kantor melalui sistem non tunai. “Yang saat ini dimulai adalah tentang urusan uang. Sekarang semuanya sudah memakai sistem aplikasi elektronik, dan 2018 Kemenag memulai pembayaran non tunai. Ini bisa kabar baik dan buruk, tergantung bagaimana menyikapinya. Ibu harus paham pengelolaan keuangan, dan tolong gatekne suami yang harus dipikir,” tambahnya.

Di akhir pembinaannya, Kepala Kemenag menghimbau agar ibu-ibu Dharmawanita memaksimalkan perannya agar para suaminya di Kemenag lebih berdaya, baik dari sisi pemikirannya, penampilanya, sikapnya, hingga kinerjanya.

“Saya harap anggota DWP mampu memberdayakan dirinya sendiri menjadi ibu yang tangguh, berdaya, yang menangkap perubahan zaman dengan bijak, dengan cerdas. Ibu yang bisa memberdayakan suaminya menjadi sosok-sosok yang membanggakan, tak hanya dibangakan istrinya tapi oleh stafnya, dihargai, dihormati, yang dimata anak buanya punya kharisma, punya nilai yang terhormat bukan sebaliknya.”, tandasnya.

Sementara itu, Ibu Linda Mustain yang membuka kegiatan menyampaikan beberapa informasi dan laporan terkait kegiatan DWP Kabupaten dan Provinsi. Terkait dengan pilkada serentak yang akan dilaksanakan di Jateng dan Kabupaten Karanganyar, Ibu Linda mengajak anggota DWP untuk netral dalam perhelatan 5 tahunan tersebut. DWP Kemenag Kabupaten Karanganyar memiliki anggota sebanyak 718 orang yang tersebar di Kantor, KUA dan Madrasah. Dalam kegiatan tersebut juga diadakan acara pisah sambut anggota DWP, dimana Ibu Sukidi yang mengikuti suaminya pindah ke MTsN Boyolali dan menyambut kedatangan Ibu Supiyati Kepala MTsN Karanganyar serta Ibu Nurhasanah Istri Kepala MTsN Gondangrejo. (Ida-hd/gt)