Dharma Wanita Ikuti Sosialisasi Mengenal dan Mencegah Kanker Sejak Dini

Wonogiri – Salah satu yang menjadi momok wanita saat ini adalah kanker, bahkan mendengar saja menjadi merinding, padahal setiap wanita yang produktif berpeluang dan mempunyai potensi terkena penyakit tersebut sehingga perlu melakukan tindakan preventif dan antisipasi melalui pemahahaman kesehatan reproduksi.

Kesehatan Reproduksi adalah sebagai keadaan kesejahteraan fisik, mental, sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem, fungsi-fungsi dan proses reproduksi. Para wanita diberi kebebasan dalam menentukan hal yang paling baik menurut dirinya sesuai dengan kebutuhannya di mana ia sendiri yang memutuskan atas tubuhnya sendiri. bahwa kesehatan reproduksi berkaitan erat dengan pembangunan kesehatan yaitu untuk mempertinggi derajat kesehatan masyarakat dan demi tercapainya derajat kesehatan yang tinggi itu dibutuhkan peran besar seorang wanita.

Peran wanita disini adalah sebagai penerima kesehatan, juga sebagai anggota keluarga sekaligus sebagai pemberi pelayanan kesehatan dalam keluarga, supaya anak tumbuh sehat sampai dewasa.

Ibu – ibu Dharma Wanita Persatuan Kemenag Wonogiri harus mendapatkan informasi yang jelas dan detail tentang kesehatan reproduksinya. Sehingga diharapkan dapat mengetahui sejak dini apabila ada kelainan atau masalah dan juga bisa menghindari hal-hal yang membahayakan dalam kesehatan reproduksinya termasuk mengenal kanker.

Demikian di sampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kankemenag Kabupaten Wonogiri, Tri Astuti NM Subadi dalam acara pembinaan dan  perkenalan Ketua DWP Kemenag yang baru, Rabu (12/04)  di Aula Kemenag yang ikuti oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kankemenag Kabupaten Wonogiri

Adapun sebagai nara sumber Hery Purnomo dari Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI) menyampaikan bahwa penyebab uatama kanker adalah pola makan, lingkungan serta keturunan atau gen, adapun pencegahannya menurut Heri yaitu dengan olah raga teratur, menambah zat anti oksidan, mengurangi zat karsinogen serta imunoterapi kanker.

Di bagian lain Tri Astuti Subadi menyampaikan bahwa organisasi perkumpulan para istri PNS, Dharma Wanita memiliki peranan startegis dalam mendukung kelangsungan dan suksesnnya pembangunan yang dilakukan pemerintah.Karena itu.

“Dharma Wanita Persatuan di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Wonogiri dituntut untuk lebih meningkatkan peran aktifnya, baik dalam kegiatan pembangunan pemberdayaan wanita maupun membantu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat melalui gerakan-gerakan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” jelasnya.

Selain sebagai inspirator gerakan kaum wanita, ibu-ibu Dharma Wanita juga memiliki peran besar dalam membantu menyukseskan tugas suami di kantor. Karena itu harus senantiasa memberikan suport/dukungan dan doa agar suami di kantor bisa bekerja dengan optimal, jujur dan amanah. (Mursyid & Heri)