Di Era Pandemi, Guru Agama Katolik Harus Profesional dan Punya Inovasi

Klaten – Dalam rangka mewujudkan dan meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Katolik, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten adakan kegiatan peningkatan pembelajaran Agama Katolik dan Katekese dalam era pandemi bagi guru agama Katolik tingkat dasar, diikuti guru agama Katolik se Kabupaten Klaten yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Katolik yang dilaksanakan di Hotel Galuh Pramabanan, Kamis, (10/6)           

Kakankemenag Klaten, Anif Solikhin yang membuka secara resmi kegiatan, dalam sambutannya mengatakan guru harus mampu berelasi dan menyesuaikan diri, menjadi guru harus punya integritas dan professional dalam menjalankan tugas.

“Guru PAK harus mampu berinovasi serta bertanggung jawab atas semua tugas yang diembannya dalam membina budi pekerti siswa,” tandas Anif.

Menurutnya seorang guru mempunyai sikap keteladanan dan menjadi contoh bagi peserta didiknya agar dapat menumbuhkan anak-anak menjadi insan yang berbudi luhur dan berpengetahuan agama yang baik dan benar.

“Ponasi utama peningkatan pengembangan siswa dimulai dari budi pekerti sebelum menguasai ilmu teknolog, pembinaan peserta didik melalui jalur agama merupakan filter bagi para peserta didik,” ucapnya.

Kementerian Agama terus berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran agama disetiap sekolah yang ada di Klaten, yaitu keberadaan guru-guru agama di setiap sekolah termasuk keberadaan guru PAK. Lebih lanjut Kakankemenag mengatakan, setiap guru yang melaksanakan proses mengajar harus masuk dalam kategori profesional juga inovasi, agar tanggung jawab sebagai seorang guru dapat terukur dan profesional. Apalagi pada masa menghadapi tatanan baru pada masa pandemi ini.

“Setiap guru dapat meningkatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilannya serta tak lupa dengan nilai spiritual tetap dikedepankan dalam setiap pembelajaran baik ketika tatap muka maupun ketika pembelajaran yang bersifat online,” ungkapnya.

“Terus dan terus belajar dalam rangka meningkatkan kompetensi dan pengetahuan IT yang terus berkembang, seperti di masa pandemi ini. Mau tidak mau guru harus mengetahui dan bisa menggunakan teknologi dalam pembelajarannya,” pinta Anif.(dd_aj/Sua)