Dialog adalah Bagian Terpenting dalam Toleransi

Boyolali – Terciptanya kerukunan umat beragama di masyarakat tidak mungkin dapat diraih kecuali dengan adanya toleransi, baik itu toleransi antar pemeluk agama maupun intern pemeluk agama.  Salah satu bagian terpenting dalam membentuk sikap toleransi di masyarakat adalah dengan diadakannya dialog antar umat beragama. Dialog adalah bagian terpenting dalam toleransi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Saerozi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali dalam acara Dialog Tokoh Lintas Agama Tingkat Kecamatan Teras yang berlangsung Rabu (15/03) di Kedai Padmo Kemiri Boyolali. Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali,  Sekda Kab. Boyolali, Kesbangngpol Kab. Boyolali, FKUB Kab. Boyolali dan diikuti oleh Muspika Kecamatan Teras serta pemuka agama yang ada di kecamatan teras.

Diselenggarakannya acara ini bukan tanpa sebab. Pada tahun 2016 salah satu kecamatan di Kabupaten Boyolali mengalami suatu peristiwa terkait kerukunan umat beragama hingga menyebabkan terjadinya gesekan di masyarakat.  Peristiwa tersebut juga diliput oleh media nasional sehingga sempat menjadi sorotan pemerintah pusat.  Terjadinya peristiwa tersebut jelas merupakan tamparan keras bagi kehidupan beragama yang ada di boyolali.   Hal inilah yang menjadi keprihatinan tersendiri bagi Kabupaten Boyolali khususnya Kementerian Agama.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tidak ingin kecolongan lagi. Peristiwa terkait kerukunan umat beragama yang terjadi cukup menjadi pelajaran berharga.  Kankemenag bersama FKUB senantiasa melakukan pembinaan terkait kerukunan umat beragama yang ada di boyolali. Secara khusus, Kementerian Agama melalui penyuluh agama  selalu melakukan pembinaan dari desa ke desa  untuk menyejukkan kehidupan beragama dan menanggulangi sikap intoleran yang mungkin terjadi di masyarakat.

Salah satu upaya Kankemenag Kab Boyolali dalam menanggulangi hal tersebut adalah dengan menyelenggarakan kegiatan dialog tokoh lintas agama. “Diharapkan dengan diadakannya kegiatan seperti ini dapat mewujudkan jaringan tokoh lintas agama di kecamatan teras  yang senantiasa menjaga kerukunan dan kedamaian. Sehingga tercipta suasana kehidupan beragama yang tenang dan kondusif di Boyolali khusunya di Kecamatan Teras”, pungkas Saerozi. (jaim)