Dialog Lintas Agama, Merawat Toleransi Beragama

Klaten – Sebanyak 40 orang yang mewakili dari komponen elemen masyarakat Kabupaten Klaten mengikuti Dialog Lintas Agama Tingkat Kecamatan di Hotel Galuh, Prambanan, Klaten, yang diadakan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, (25/10).

Dalam arahannya, Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Suhersi, mengajak seluruh komponen umat beragama di Kabupaten Klaten senantiasa merawat menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama dengan memahami adanya keberagaman.

Menurut Suhersi, keberagaman agama budaya suku yang ada di Indonesia harus disyukuri, keindahan yang harus ditata bersama, tanpa menghilangkan warna yang berbeda.

“Adanya dialog lintas agama sangat bermakna vital, sebagai media merawat toleransi beragama dan menjaga kerukunan umat beragama,” tandas Suhersi.

Untuk itulah Kementerian Agama berperan penting dalam hal kerukunan umat beragama, berbagai upaya untuk menjaga toleransi, dengan diadakannya kegiatan dialog, dan pembinaan pada aktor-aktor kerukunan umat beragama.

Selain itu terdapat pengembangan kerukunan hidup umat beragama, dan bantuan operasional FKUB tingkat Provinsi dan Kab/Kota, walaupun belum optimal. Dialog-dialog keagamaan, kampanye toleransi dan tolak intoleransi, juga workshop merupakan bentuk kebijakan dan dukungan Kementerian Agama.

Sementara itu Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Maksum mengatakan, di tahun 2018 ini telah mengadakan dialog lintas agama tingkat Kecamatan di 12 Kab/Kota dan tingkat Kabupaten di 10 Kab/Kota. Dalam laporannya bahwa dialog kali ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama di Kabupaten Klaten pada khususnya, dan Provinsi Jawa Tengah pada umumnya, dengan tema “Merawat Toleransi Dalam Gempuran Radikalisme”.

Narasumber lainnya yaitu Taslim Syahlan, dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, dengan materi membangun dialog untuk perkuat toleransi. Dan Iman Fadhilah, dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, dengan materi strategi menangkal radikalisme dan terorisme. (aj/sua)