Dialog Lintas Agama, Upaya Pembinaan dan Deteksi Dini Perilaku Intoleransi dan Radikalisme

Pekalongan (Hukum) -Isu toleransi, radikalisme dan terorisme di Indonesia tidak bisa dianggap sebelah mata. Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menangkap hal tersebut bagian dari warning atau rambu-rambu agar Pemerintah bersatu padu dalam satu barisan bersama masyarakat. Sebagai bukti nyata Kanwil Kementerian Agama Tengah dalam hal tersebut, maka dilaksanakan Dialog Lintas Agama Tingkat Kabupaten dengan Peserta dari tokoh lintas agama di Kabupaten Batang dan kota Pekalongan  di Hotel Sahid Mandarin, Pekalongan (Rabu, 11/7).

Dialog Lintas Agama yang mengusung tema“ Meretas Kerjasama Lintas Agama, dari Toleransi ke Dialog, dari Dialog ke Kerjasamadiikuti oleh tokoh lintas agama, forkompinda Kab. Batang dan Kota Pekalongan.

Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Suhersi sebagai salah satu narasumber dalam dialog tersebut menyatakan Pemerintah dalam menyikapi isu intoleransi yang akhir-akhir ini kembali marak telah melakukan berbagai hal.

“Pemerintah melalui peningkatan peran FKUB, Forkopimda, FKDM, FKPT,Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Penyuluh Agama, Guru dan Ustadz/Ustadzah untuk terus melakukan sosialisasi, pembinaan dan deteksi dini atas prilaku radikal, intoleran, dan teror agar masyarakat dapat lebih waspada dan memahami serta terhindar atau tidak terpengaruh dari perilaku- perilaku tersebut,” jelas Suhersi.

Lebih lanjut Suhersi menyatakan Kanwil Kementerian Agama ProvinsiJawa Tengah juga terus meningkatkan program program yang mengarah pada terbentukya generasi multikultur, sadar kerukunan melalui banyak kegiatan

“Diantaranya pada hari ini Dialog Lintas Agama Tingkat Kabupaten/Kota, Bantuan Operasional FKUB baik itu Kab/Kota maupun FKUB Provinsi, bantuan kawasan sadar kerukunan, Workshop PendidikanMultikultural, Kemah Pelajar dan PemudaLintas Agama, Workshop Pencegahan Konflik Keagamaan, Workshop Peningkatan Peran Perempuan dalam Kerukunan Umat Beragama, Peningkatan kualitas SDM Penyuluh Agama dan masih banyak lagi lainnya, “papar Kabag TU rinci.

 Kegiatan kegiatan yang menunjang terwujudnya hidup rukun lepas dari cengkraman faham radikal dan teroris yang kesemua program tersebut muaranyaa dalah untuk kemaslahatan umat dan masyarakat pada umunya serta keutuhan Negara KesatuaRepublik Indonesia khususnya Kerukunan di Jawa Tengah.

Selain Kabag TU yang telah membuka kegiatan dialog sekaligus menyampaikan materi Kebijakan Kementerian Agama dalam Menyikapi Isu Intoleransi, hadir pula  Narasumber dari Ketua FKUB Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan yang mengupas materiUrgensi dialog untuk Membangun KerjasamaLintas Agama, Ketua MUI Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan membahas materi membangun dialog untuk memperkuat toleransi. (Ima/Wul)