Dialog Tokoh Lintas Agama Kabupaten Temanggung

Temanggung –  Perlu diketahui bahwa kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agama dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pemeliharaan kerukunan umat beragama merupakan upaya bersama umat beragama maupun pemerintah/organisasi di bidang pelayanan, pengaturan, dan pemberdayaan umat beragama. Oleh karena itu, dalam membangun kerukunan tersebut Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung menggelar kegiatan Dialog Tokoh Lintas Agama Tingkat Kecamatan, Senin, (22/5) yang berlangsung di Rumah Makan Girli Parakan dan dihadiri tokoh-tokoh lintas agama, baik dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha serta Konghucu bersama Muspika dan Kementerian Agama.
Dalam arahanya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Drs. H. Saefudin,  M.Pd yang didampingi  oleh Kabag Tata Usaha, menyampaikan bahwa tujuan digelarnya kegiatan  ini tak lain adalah, memperkokoh persatuan antar tokoh dan lintas agama yang ada di Kabupaten Temanggung.
Hal ini mengingat bahwa peran tokoh agama diseluruh Indonesia khususnnya di Kabupaten Temanggung sendiri memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama membangun persatuan antar sesama umat beragama.
” Syukur Alhamdulillah, saya mengucapkan banyak terima kasih, karena sampai dengan saat ini, Temanggung masih tetap aman, damai, terkendali dan saling silaturahim berkat kerjasama kita semua dalam kebersamaan antara umat,”terangnya.
Disentegrasi yang menghantui bangsa ini, bisa muncul dari berbagai sumber. Kebhinnekaan yang dianggap sebagai kekayaan bangsa baik dari segi etnik yang berjumlah puluhan budaya bangsa, adat istiadat, bahasa dan agama serta berbagai kepercayaan yang ada, ternyata mempunyai sisi yang rawan berupa potensi perpecahan yang implikasinya yang sangat luas dan mendalam.
Ditambah lagi dengan adannya isu-isu dari berbagai media sosial (Medsos), tentu banyak pemberitaan yang sifatnnya hanya memprovokasi sehingga mengakibatkan terjadinya perpecahan, oleh karena itu, peran dari berbagai tokoh agama inilah yang sangat diperlukan untuk bisa menyejukkan.
Untuk itu, Kepala Kantor mengajak kepada semua pihak, untuk membangun bersama jejaring antara umat beragama yang ada di Temanggung baik agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu tetap saling menjaga toleransi antar umat beragama agar daerah yang begitu dicintai bersama tetap aman dan terjaga dengan baik.
Dengan adannya dialog lintas agama seperti ini, saya berharap dapat memberikan masukan akan gagasan kerukunan antar umat beragama, karena dengan dialog maka kita akan saling kenal, saling memahami dan menambah pengetahuan. Ini sangat penting, karena kasus-kasus kerusuhan dan kekurang harmonisan penganut agama tidak terlepas dari pimpinan antar agama yang kurang saling mengenal.
” Insya Allah, melalui dialog ini, persatuan kerukunann umat beragama di Kabupaten Temanggung semakin lebih baik dan terhindar dari segala bentuk masalah yang dapat menimbulkan perpecahan terutama antar lintas agama, “harapnya.(sr/af)