Dibanjiri Ribuan Santri, Pendopo Wonosobo Saat Peringati HSN

Wonosobo – Peringatan hari santri tidak terlepas dengan peristiwa besar 10 November atau Hari Pahlawan. Dimana hari santri di tetapkan juga di maksudkan untuk mengingat kembali peran Kyai Haji Hasyim Asy’ari dalam menyerukan Resolusi Jihad dan mengajak seluruh santri berjuang mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Usai penetapan hari santri yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, seluruh santri dari masing-masing pondok pesantren beserta jajaran pengurus pondok Pesantren berbondong – bondong merayakannya dengan pawai, dan berkumpul bersama di alun-alun Kota.

Hal demikian juga terjadi di Wonosobo, Senin, (22/10) kemarin, Seluruh Santri beserta pengurus Pondok Pesantren yang tersebar di seluruh penjuru se Wonosobo berkumpul di Halaman Pendopo Kabupaten Wonosobo, guna untuk memperingati Hari santri Nasional yang ke – 4 tersebut.

Diperkirakan Jumlah Santri Santriwati besrta Pengurus yang hadir mencapai lima ribu santri dan santriwati dari pondok pesantren salaf maupun modern se-Kabupaten Wonosobo.

Turut hadir diantara ribuan santri yakni Bupati Wonosobo, Eko Purnomo. Dengan mengenakan pakaian ala santri yakni sarung dan kupluk sebagia ciri khas santri, di depan ribuan santri tersebut pihaknya mengumandangkan Ikrar santri Indonesia dan dengan khidmad diikuti serentak oleh seluruh santri yang hadir.

Usai membacakan Ikrar, Eko Purnomo, melanjutkan sambutannya dengan membacakan Amanat Menteri Agma RI.

“Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 Tentang hari Santri merupakan babak baru dalam sejarah umat islam Indonesia. Dan mulai hari itu kita dengan suka cita memperingati Hari Santri sebagai wujud relasi Harmoni antara Pemerintah dan Umat Islam, khususnya bagi kalangan kaum santri. Tema perignatan Hari santri kali ini mengusung tema Bersama Santri Damailah Negeri. Isu perdamaian diangkat sebagai respon atas kondisi bangsa indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan seperti amraknya hoakz,kebencian, Polarisasi simpatisan politik, propaganda kekerasan, hingga terorisme,” jelas Eko Purnomo.

Sementara, Turut Hadir dalam kesempatan tersebut yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, M. Thobiq, Saat di temui pihaknya menuturkan, Santri merupakan sebagian Pondasi yang harus mampu menjaga keutuhan NKRI.

“Bersama Santri Damailah Negeri. Itu artinya, peran santri di seluruh penjuru Indonesia termasuk di Wonosobo sangat penting dalam menjaga Keutuhan dan Kedamaian Negeri. Karena Santri saat ini sudah di hadapkan dengan realita kemajuan Jaman, maka Santri sudah sepatutnya juga turut andil dalam mencegah ujaran kebencian. Bisa di lakukan dengan Berdakwah secara lisan dan langsung dan bisa melalui media massa memanfaatkan perkembangan teknologi. Yang pasti Santri juga Harus melek Teknolgi dan mampu menangkal Paham Radikal dengan bekal yang sudah di peroleh di Pondok Pesantren dan ikut andil meminimalisir penyebaran Hoaks di media masa. Santri Pasti Bisa,” ungkap Thobiq. (PS-WS/SUA)