Dibuka Wapres, AICIS 2021 Akan Bahas Reaktualisasi Fikih dan Kebijakan Publik di Era Global

Siaran Pers
Kementerian Agama

Kementerian Agama kembali menggelar Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS). Gelaran kali ke-20 ini berlangsung di Kota Surakarta dengan tuan rumah UIN Raden Mas Said.

AICIS 2021 ini mengusung tema “Islam in a Changing Global Context: Rethinking Fiqh Reactualization and Public Policy”.

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani menuturkan bahwa AICIS ke-20 akan dibuka oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin pada Senin, 25 Oktober 2021. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Walikota Solo Gibran Rakabuming juga diagendakan hadir.

Ali Ramdhani mengapresiasi tema AICIS tahun ini. Dia berharap, forum diskusi dosen dan peneliti Perguruan Tinggi Keagamaan Islam ini dapat memberikan kontribusi teoritik dan praktik dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang tengah di hadapi bangsa, utamanya dalam merespon perubahan global. Gelaran AICIS diharapkan berdampak dalam penguatan identitas ilmu pengetahuan Islam Indonesia yang menjadi rujukan keilmuan Islam dunia.

“Tema ini sesungguhnya dirumuskan untuk menjawab dinamika perubahan Islam dunia, selain juga mampu melihat lebih dekat bagaimana reaktualisasi fikih dan kebijakan publik dari sudut pandang Islam dalam beragam isu seperti pandemi, moderasi beragama, kerukunan, harmoni, tata kelola pendidikan, serta isu spesifik lain seperti isu wisata halal, dan lainnya. Hal ini diusung sebagai respon terhadap dinamika perubahan global yang terus menerus terjadi,” ujar Ali Ramdhani di Surakarta, Minggu (24/10/2021).

Direktur Diktis Suyitno menjelaskan, Surakarta dua kali menjadi tuan rumah AICIS. Kali pertama, AICIS di Surakarta berlangsung pada tahun 2009, 12 tahun lalu, saat dipimpin Walikota Joko Widodo. Tahun ini, Surakarta yang dipimpin Gibran Rakabuming kembali menjadi tuan rumah AICIS.

Menurut Suyitno, AICIS tahun ini digelar dengan beberapa inovasi yang responsif terhadap perkembagan era supremasi digital. Pertama, kegiatan diselenggarakan sepenuhnya secara virtual. “Ini merupakan sejarah monumental penyelenggaraan AICIS Virtual pertama kali,” ujarnya.

Kedua, AICIS kali ini disempurnakan dengan hadirnya aplikasi AICIS One Touch. Dengan aplikasi ini, para panelis dan peserta akan mendapatkan kemudahan dalam mengikuti konferensi dari mana saja melalui gawai yang ada dalam genggaman mereka.

“Inovasi ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh Kementerian Agama dalam penyelenggaraan forum-forum internasional yang berkualitas dan adaptif terhadap kemajuan teknologi,” tutur Suyitno.

Kasubdit Pengembangan Akademik M Syafii menambahkan bahwa AICIS ke 20 akan berlangsung selama empat hari 24-29 Oktober 2021 di UIN Raden Mas Said Surakarta. Konferensi ini dihadiri oleh pembicara dari dalam dan luar negeri, dan terbagi ke dalam sesi Plenary bersama para Invited Speakers dan sesi paralel dengan peserta pemakalah terpilih.

“Pakar lintas disiplin keilmuan dunia, dan para menteri diagendakan hadir mengisi beberapa Plenary Session pada gelaran AICIS ke-20,” kata Syafii.

Pada kesempatan yang lain, Rektor UIN Raden Mas Said Mudhofir menuturkan bahwa AICIS memperhatikan tujuan esensial dan substansif dalam setiap penyelenggaraanya.
Menurutnya, AICIS memberi perhatian utama pada konsistensi kualitas akademik, juga penguatan kolaborasi dosen dan peneliti dengan jaringan intelektual tokoh-tokoh dunia. Peserta dari daerah diberi akses seluas-luasnya untuk memanfaatkan forum ini.

“Peserta dari berbagai perguruan tinggi Islam, dan lembaga lainya dapat memaksimalkan forum penting ini untuk melakukan penguatan kapasitas dan kompetensi akademiknya, juga bahkan bisa berlanjut untuk melakukan joint research,” jelas Mudhofir.

Humas