Dihadapan 150 Ibu-Ibu Dharma Wanita, Ibu Kakanwil Sosialisasikan SPAK

Jepara – Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar Sosialisasi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) di Aula 2 Kemenag Jepara dengan mengundang Narasumber Ibu Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Ny. Hj. Fatimah Farhani, Rabu (12/9).

Selain dihadiri oleh Ibu Kakanwil, hadir pula perwakilan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara beserta Ibu, Bapak/Ibu Kepala Seksi dan Penyelenggara, serta ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan yang berjumlah kurang lebih 150 orang.

Ibu KaKankemenag Kab. Jepara, Supanti, dalam sambutannya menyampaikan hal yang menjadi dasar dan tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini yakni menginformasikan kepada masyarakat tentang gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi. Seperti kita tahu bahaya laten korupsi masih merajalela di negeri ini. Maka dari itu kita mengajak agar para perempuan bahu membahu ikut mencegah kegiatan atau praktek korupsi yang dimulai dari diri sendiri” tutur Supanti.

Jika diri sendiri sudah bisa dijauhkan dari praktek korupsi, maka selanjutnya naik ke tingkat keluarga.

“Jika tindakan anti korupsi ini bisa dimulai dari diri sendiri, maka selanjutnya kita bisa mengajak keluarga untuk menghindari praktek korupsi. Khususnya kepada para suami yang bekerja di lembaga pemerintahan. Harapannya dengan adanya kegiatan ini, ibu-ibu dharma wanita bisa bermanfaat dan menambah wawasan dalam mendampingi suaminya yang bekerja di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Jepara” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Nor Rosyid, dalam sambutannya mengungkapkan agar SPAK tidak hanya sekedar sosialisasi. Tetapi juga dipraktekkan  didunia nyata.

“Harapan kita, SPAK ini bukan hanya sebatas sosialisasi, tetapi ini mampu memproduksi sebanyak mungkin para perempuan dan organisasi perempuan untuk ikut berpartisipasi dengan melindungi diri dari korupsi,” ujarnya.

Aksi nyata tindak lanjut dari gerakan ini yakni dengan cara menyebarluaskan pengetahuan, modus-modus dan peluang-peluang yang berpotensi korupsi serta konsekuensi hukumnya.

“Dengan demikian, pengaruh positif dari gerakan ini tidak hanya bagi anak dan suami, melainkan juga masyarakatnya di mana pun mereka berada,” katanya.

Melalui gerakan SPAK tersebut kata Nor Rosyid, diharapkan akan muncul agen-agen anti korupsi dan mendorong perubahan sikap dan mental dalam pelayanan publik oleh aparatur yang didukung oleh perempuan sebagai pendamping hidupnya.

Sebelum menyampikan kata sambutannya, Ibu Kakanwil menyerahkan dan memasangkan pin anti korupsi, kaos dan buku Semai sebagai bahan sosialisasi SPAK.

Dalam gerakan SPAK ada sebuah game yang bernama Semai (Sembilan Nilai Anti Korupsi). Kesembilan nilai tersebut berupa nilai kejujuran, keadilan, kerjasama, disiplin, tanggungjawab dan lainnya, ujarnya. (fm/bd)