Diklat Teknis Substantif Penyuluh Agama Sangat Penting

Pati – Kepala Subbag Tata Usaha mewakili KaKankemenag Kabupaten Pati menutup secara resmi kegiatan Diklat Teknis Substantif Penyuluh Agama Islam Non PNS Angkatan I Tahun 2017 di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati di MTs Manahijul Huda Dukuhseti Pati, Ahad (16/4).

Acara penutupan dilakukan setelah para peserta mengikuti kegiatan Diklat Substantif Penyuluh Agama Islam Non PNS tahun 2017 selama 7 hari yang dimulai dari tanggal 10/04/2017 s/d 16/04/2017 bertempat di ruang kelas MTs Manahijul Huda Dukuhseti Pati. Kegiatan yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Pati ini diikuti oleh 35 orang Penyuluh Agama Islam Non PNS tahun 2017.

Mewakili Kepala Kankemenag Kabupaten Pati Zubaidi dalam sambutan arahannya banyak memberikan apresiasi kepada BDK Semarang atas terselenggaranya kegiatan Diklat Penyuluh Agama Islam Non PNS di Kabupaten Pati, karena menurutnya kegiatan ini sangat penting untuk menambah pengetahuan dan pemahaman para peserta terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Penyuluh Agama Islam Non PNS.

Lebih-lebih pembelajaran selama Diklat dilakukan dengan penuh disiplin sehingga secara tidak langsung merubah mindset peserta untuk lebih kreatif dan inovatif. Di samping itu juga semangat silaturrahmi secara tidak langsung dibangun dan ditata antar peserta, panitia maupun widyaiswara selama kegiatan melalui diskusi sehingga menambah modal para penyuluh dalam melaksanakan penyuluhan.’ujar Zubaidi.

Oleh karena itu sangat pantas bagi penyuluh agama islam Non PNS untuk berkomitmen dalam melaksanakan penyuluhan secara profesional,”tegas Zubaidi.

Sementara itu Andi Bashara yang didaulat mewakili Kepala BDK Semarang untuk menutup kegiatan Diklat Substantif Penyuluh Agama Islam Non PNS Tahun 2017 Megawali sambutannya dengan memberikan penilaian yang positif atas sambutan para peserta yang sangat aktif mengikuti kegiatan Diklat tersebut.

Menurutnya, kegiatan Diklat merupakan program nasional yang sangat penting dalam meningkatkan kompetensi para peserta termasuk para penyuluh agama sehingga harus didukung oleh semua pihak,”kata Andi.

Setiap orang harus mampu merubah paradigma yang berorientasi pada peningkatan kualitas diri, karena sesuai dengan pepatah yang cukup populer Semakin banyak yang kita ketahui, maka semakin banyak pula yang tidak kita ketahui, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu semangat belajar harus tetap tertanam sepanjang massa seiring dengan kemajuan zaman.

Di akhir sambutannya, Andi memberikan pesan kepada para peserta untuk menelurkan ilmu pengetahuan atau pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti Diklat kepada penyuluh yang belum mengikuti Diklat dengan tetap menjalankan fungsi Penyuluh Agama Islam Non PNS yaitu fungsi informatif, edukatif, konsultatif dan advokatif,”pungkasnya.

Kegiatan Diklat yang berlangsung selama 7 hari berjalan dengan lancar. Para peserta sangat aktif mengikuti kegiatan, terutama ketika diadakan diskusi antar peserta yang dipandu oleh widyaiswara. Perbedaan pendidikan, usia dan pengalaman tidak menjadi jarak keakraban para peserta, malah justru terkesan saling mengisi sehingga suasana pembelajaran selalu semangat dan hidup. (Athi’/bd)