Direktorat Penais Pusat Bersama Pokjaluh Kemenag Kab. Batang Adakan Pembinaan Mental Warga Lokalisasi

Batang – Kami sangat merinding rasanya saat ini, karena biasanya kami melakukan pertemuan ditingkat nasional maupun ditingkat provinsi, tapi hari ini ketua Pokjaluh Kab. Batang meminta saya untuk hadir di desa ini, demikian dikatakan Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Republik Indonesia Khoirudin, pada acara pembinaan mental warga lokalisasi melalui bahasa agama yang dilaksankan atas kerjasama antara Direktorat Penerangan Agama Islam dengan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kementerian Agama Kab. Batang di Balai Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang pada Sabtu (12/04) yang lalu.

Ketua Pokjaluh Kemenag Kab. Batang Al Mukaromah, dalam sambutanya menyampaikan ucapan terimakasih pada semua pihak yang telah membantu hingga kegiatan ini dapat dilaksanakan tanpa adanya kerjasama yang baik,  maka kegiatan ini  tidak dapat terlaksana. Kegiatan pembinaan mental ini menghadirkan 100 orang warga  lokalisasi yang berasal dari dua tempat yaitu Tamanan dan Penundan yang keduanya berada dikecamatan Banyuputih Kab. Batang. Mereka terdiri dari Pemandu Lagu (PL), Penjaja Sex Komersial (PSK), Mucikari dan para pengurusnya.

“Pembinaan mental agama ini menghadirkan 100 orang warga lokalisasi dari Tamanan dan Penundan yang kebetulan berada di satu kecamatan yaitu kecamatan Banyuputih Kab. Batang, ini belum dapat menjangkau semua, karena di lokalisasi itu terdapat kurang lebih berjumlah 150 orang lebih, namun kali ini baru kita undang 100 orang saja, hal ini karena keterbatasan anggaran yang disediakan,” katanya.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melaksanakan bimbingan,penyuluhan, pembinaan kepada warga lokalisasi agar diantara kita dapat saling mengingatkan, menguatkan agar mereka dapat memiliki semangat untuk berkeinginan kembali ke rumahnya masing-masing dengan status yang lebih mulia dengan pekerjaan yang lebih mulia.

“Semoga kegiatan ini dapat menguatkan pada para warga lokalisasi agar memiliki semangat yang kuat untuk mau kembali ke rumahnya masing-masing dengan status yang lebih baik dan lebih mulia serta dapat memperoleh pekerjaan yang lebih bersih, mulia, dan bermartabat, juga semoga di hati para warga lokalisasi tumbuh keyakinan bahwa pekerjaan yang sekarang ditekuni ini bukan merupakan solusi yang baik untuk menopang hidup kedepan,”jelasnya

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupatan Batang Kudaifah dalam sambutanya menyatakan apresiasi dan dukungun yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan yang sangat langka ini. Dia juga menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-basarnya terutama kepada Direktur Penerangan Agama Islam Republik Indonesia yang telah menghadiri dan berkenan memilih tempat di kabupaten Batang dalam program kerjanya.

“Mewakili Kemenag Kab. Batang, saya sampaikan ucapan terimakasih yang se besar-besarnya kepada Direktur Penerangan Agama Islam Republik Indonesia atas perhatiannya sehingga  menyempatkan datang disini dalam rangka beriteraksi dan bersilaturahmi untuk menggapai cita-cita mulia yaitu hamba yang dicintai Allah SWT,semoga Bapak Direktur dapat terkesan dan dapat lebih interes lagi, sehingga pertemuan semacam ini tidak hanya sekalii, namun dapat dilaksankan diwaktu-waktu mendatang secara berkesinambungan,” katanya.

Lebih lanjut Beliau bercerita tentang seorang temannya yang bernama Kasio seorang milyarder dan saudagar yang sangat kaya raya dari Kota Magelang. Kasio dulunya adalah seorang pemulung, yang kerjanya mencari barang-barang bekas di daerahnya, kondisinya sangat miskin, dekil dan memprihatinkan. Namun ada sebuah prinsip yang patut kita contoh dari Kasio. Dalam keadaan yang sangat memprihatinkannya itu dia tidak pernah sama sekali meninggalkan sholat, dia juga selalu bersemangat untuk berusaha dan senantiasa berdoa dengan penuh keikhlasan agar Allah mau merubah nasibnya. Allah mendengar doa Kasio, dia menemukan relasi kerja yang begitu besar, sehingga dia bisa mengembangkan usahanya menjadi seorang pengepul barang-barang rongsok yang sangat besar, hingga Allah merubah nasib hidupnya menjadi seorang saudagar yang sangat kaya raya.

“Cerita yang saya sampaikan itu benar-benar terjadi, apa yang dapat kita petik sebuah pelajaran  dari cerita itu, satu prinsip yang dapat merubah nasib hidup kita adalah dengan sekuat-kuatnya untuk selalu menjaga waktu sholat lima waktu, janganlah kita meninggalkan sholat lima waktu sekalipun dan dimanapun berada, selain itu kita harus selalu optimis dan senantiasa berdoa dengan ikhlas kepada Allah SWT, niscaya semua keinginan kita akan di kabulkan oleh Allah SWT”, jelasnya.

Dia menambahkan semoga apa yang digambarkan itu dapat memberi motivasi untuk kita bersama apapun profesi kita dimanapun kita berada bagaimanapun status kita, agar selalu istiqomah melaksanakan sholat lima waktu dan selalu berdoa kepada Allah serta selalu berusaha dengan yakin, maka Allah akan menurunkan rahmat dan hidayahnya karena Allah mengatakan berdoalah kepada Ku, niscaya  akan Aku kabulakan.

Adapun Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Republik Indonesia Khoirudin, dalam pembinaanya menyampakan terimaksih yang sedalam-dalamnya kepada Kepala Kantor Kemenag Kab. Batang, Muspika Kec. Banyuputih serta para penyuluh di Kab. Batang atas sambutannya dan kesiapanya, sehingga kegiatan ini dapat dilaksankan. Dia merasa merinding dan terharu, dengan kegiatan pertemuan ini, karena tidak pernah dirinya berada di tengah-tengah warga lokalisasi, seperti sekarang ini.

“Kami sangat merinding saat ini, karena biasanya kami melakukan pertemuan ditingkat nasional  atau tingkat provinsi, tapi hari ini Ketua Pokjaluh Kab Batang, memaksa saya untuk hadir di desa Banyuputih diantara para warga lokalisasi ini, namun saya sangat suka sekali dengan gerakan-gerakan penyuluh seperti ini,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa penyuluh  agama Islam seluruh Indonesia berjumlah 45.000 orang yang tersebar diseluruh Indonesia, dimana di setiap kecamatan terdiri 8 sampai 9 orang. Mereka memiliki spesialisasi yang berbeda seperti mengajari Al Quran, pengentasan kemiskinan gerakan ekonomi umat, radikalisme. Keluarga Sejahtera dan lainya. Dia mengatakan juga bahwa di penerangan Agama Islam, sekarang ini mulai merubah program kepenyuluhannya, ceramah, penyuluhan di masjid, majlis taklim sudah biasa, kini telah berkemang dilingkungan komonitas-komonitas di masyarakat .

“Ini merupakan wujud nyata bahwa kami tidak hanya berteori ditataran atas, namun kita harus  menusuk kebawah, bertemu dengan komonitas-komonitas kita, ini perlu untuk kita jadikan gerakan, sudah bukan waktunya kita banyak bicara, banyak berteori, Presiden kita telah  menandaskan kerja, turun ke bawah,lihat masyarakat, temui, ngobrol dan berdiskusi”,jelasnya.

Dia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini tidak dapat dilaksanakan seorang diri, harus adanya kerjasama dengan semua komponen, baik pemerintah daerah,Muspika, tokoh masyarakat para Kyai maupun masyarakat secara umum, hal itu sangat cocok dengan slogan penyuluh agama Islam yaitu bersatu, berjuang, bersama.

“Pada syair mars penyuluh disana dikatakan bersatu,berjuang,bersama, kalau berjuang sendiri-sendiri mungkin tidak akan maksimal hasilnya, tetapi dengan bersatu,berjuang bersama dengan membahas permasalahan, maka insyaallah akan selesai, maka kami tidak dapat bekerja sendiri tanpa peran serta muspika, MUI, dan semua elemen yang ada bersatu bersama untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik dengan tujuan yang satu yaitu menggapai hidayah”,tegasnya.

Lebih jauh, dia mengatakan bahwa saat Allah akan menciptakan Manusia, mendapatkan masukan pendapat dari malaikat yang mengatakan kenapa Allah menciptakan manusia karena dia nanti akan berperang melawan Allah sendiri, namun Allah sangat yakin mengapa Allah  menciptakan manusia. Salah satu tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Untuk melaksanakan tujuan itu maka Allah menetapkan konsep yang harus dimiliki oleh seorang khalifah yaitu kesadaran, tanggung jawab dan balasan . 

“Kesadaran yang dimaksud disini adalah bahwa kita harus sadar dengan profesi kita masing-masing baik sebagai pedagang, pejabat,atau profesi yang bermacam-macam, kita sadar bermanfaat atau tidak didunia ini, kita memiliki  kesadaran apakah yang kita lakukan itu baik dan benar atau tidak. Tanggung jawab yang dimaksudkan adalah bahwa sebagai khalifah kita bertanggung jawab pada diri sendiri, keluarga, masyarakat negara maupun tanggung jawab terhadap Agamanya. Sedangkan yang dimaksud dengan balasan adalah bila kita telah memiliki kesadaran yang tinggi sehingga tanggung jawab, maka Allah akan memberi balasan . Balasan dari Allah dapat berupa pahala atau bahkan bisa berupa dosa dengan Allah.

Diakhir kegiatan ini mendengarkan ceramah agama yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Masruri dari Kemenag kab. Pemalang dan sebagai tanda kebersamaan pada kesempatan ini Pokjaluh Kemenag Kab. Batang memberikan mukena pada warga lokalisasi yang mengikuti kegiatan ini, harapanya mereka akan lebih semangat lagi untuk selalu melaksanakan sholat lima waktu. (Zy/rf)