Dirjen Bimas Hindu Tekankan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Semarang – Pembimas Hindu Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah di sela-sela kegiatan sinkronisasi data bersama ormas dan tenaga teknis keagamaan se-Jawa Tengah di hadiri oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, I Ketut Widnya sekaligus memberi materi di hadapan 80 peserta sinkronisasi umat Hindu se Jawa Tengah. Tutur Dirjen Bimas Hindu “mengamati bahwa perkembangan saat ini sangat perlu memperoleh perhatian khusus untuk program mengembangkan umat di lingkungan umat Hindu yang berbasis pada tempat ibadah”, kegiatan yang di New Puri Garden Semarang, Senin (16/05).

Dibuat program baru tersebut, jelas Dirjen “terkait pemberdayaan ekonomi umat selaras dengan program yang dilakukan oleh Presiden”, dan “usaha kegiatan pemberdayaan ekonomi umat disatukan dengan tempat ibadah/pura agar umat dapat selalu dekat dengan TuhanNya”,  kemudian umat merasa terkontrol dengan nilai-nilai ajaran agama supaya dalam praktek pemberdayaan ekonomi umat selalu terbimbing oleh nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama pula”, jelas I Ketut W.

Kata Dirjen, “Pura sebagai wahana untuk menyatukan diri dengan Tuhan”, sangat beralasan sebab Pura itu sebagai pusat peradaban untuk membangkitan semangat kehidupan umat dengan meningkatkan ekonomi yang dimulai dari kelompok umat itu sendiri.

Tuhan adalah sumber dari segala kehidupan, Tuhan memberikan kehidupan dan apa yang bisa disebut sebagai sutradara kehidupan dan kita adalah penari dan pelaku kehidupan untuk menjalani hidup, dengan perjalanan hidup perlu Dhana maka dari itu maka adanya pemberdayaan ekonomi adalah usaha untuk mendukung Dhana dalan kehidupan, mengutip dari “I Ketut Widnya”.

Kementerian Agama sebagai Kementerian yang mempunyai tugas meningkatkan pendidikan agama dan keagamaan, Dirjen, mengatakan “tidak ada salahnya sekaligus melakukan pemberdayaan yang menyatu dengan Pura”, yaitu melalui kelompok-kelompok kecil sebagai dasar mengembangkan ekonomi, maka bantuan pemberdayaan kepada umat dengan anggaran yang belum besar, namun mampu memberikan dorongan yang maksimal untuk di daerah-daerah sasaran, tegas Dirjen.  

Bahkan Dirjen, “memberikan penegasan bahwa sekarang negara sedang gencarnya membangun ekonomi negara yang dimulai dari ekonomi mikro dan infrakstuktur agar pertumbuhan ekonomi sesuai dengan yang diharapkan”, tegas I Ketut W.

Peradaban adalah proses dimana kita mampu sebagai manusia untuk dapat menerima hidup dan kelahiran manusia adalah menderita, agar kita tidak menderita maka kita mengubah kehidupan kita dengan tunjangan Dhana, maka Kementerian Agama, melalui umat Hindhu ini melalui Semarang, programnya “umat Hindhu hendaknya mampu mengetahui tentang peradaban dan kehidupan akan bisa mencapai kebebasan agar memperoleh bahagia dalam hidup ini”, Tutur Dirjen.

“Dalam pemberdayaan ekonomi umat yang menjadi perhatian pemerintah saat ini, Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI sebagai pelaksana pemerintah, tegas I Ketut W, mau tidak mau kita umat Hindhu tetap mempunyai tanggung jawab bersama-sama mengembangkan dan memajukan ekonomi umat Hindu”, termasuk memberi memberikan stimulus untuk kemajuan umat”.

Alasan Dirjen, “melalakukan penguatan ekonomi dan membangun eksitensi umat Hindu, sangat perlu ditambah modal agar umat mampu membangun pondasi keimanan dan kesejahtera hidupnya.”

Maka Dirjen, menegaskan “sesuai arah Kementerian Agama, pemberdayaan umat yang berbasis agama dalam membangun sistem ekonomi berkeadilan dan memakai prinsip nilai ajaran agama”, berarti mendampingi dengan bahasa agama agar potensi umat Hindu tetap terdorong melalui pengembangan kreatifitas dan menunjang kehidupan bermasyarakat dan beragama, sebab tegas Dirjen Bimas Hindhu, “meningkatnya ekonomi akan menjadikan bentuk masyarakat rukun, damai, beretika, dan berahlak mulia apabila selalu ingat ajaran agama, dan ini melalui dan Kemenag harus mengawal”. Ungkap Dirjen.  

Lanjut Dirjen, ketimpangan sosial-ekonomi dengan kondisi keluarga Pra-Sukinah yang rentan pada gejolak sosial, kata I Ketut W Kementerian Agama satu-satunya yang seharusnya tetap melakukan pengembangan  ekonomi umat yang memakai prinsip nilai-nilai ajaran agama, yang dimasukkan untuk penguatan, meningkatkan produk dan produksi yang baik bagi umat Hindu, tegas Dirjen.(ali-wh)