Dirjen Pendis : Guru Harus Mampu Membuat Siswa Kritis

PURWOKERTO – Fungsi guru disamping mengajarkan ilmu pengetahuan juga harus berusaha mengajarkan siswanya menjadi anak yang kritis, memiliki daya analisis yang kuat, dan respect kepada orang lain. Kita sebagai pendidik, harus bisa memberikan mereka semangat, menginsipirasi mereka, mengedukasi akhlak mereka dengan contoh dan keteladanan agar mereka memiliki mimpi besar, kemauan dan harapan yang besar, cita-cita yang tinggi sehingga mereka terus belajar dan tidak ada waktu untuk tidak belajar, ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin saat meresmikan pembangunan asrama MIN 1 Banyumas, selasa (24/4) lalu.

Kamaruddin menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang besar, memiliki sumber daya alam yang melimpah, sumber daya manusia yang sangat banyak. Bahkan anak-anak yang berusia 25 tahun kebawah berjumlah 43 persen dari penduduk Indonesia. Sekitar 160 juta jiwa adalah anak usia sekolah dan mahasiswa.

“Jadi ini adalah peluang yang luar biasa sekaligus tantangan yang tidak sederhana. Indonesia diharapkan menjadi negara besar yang kuat dan hebat pada tahun 2030. Bahkan pada tahun 2045 Indonesia menjadi salah satu negara yang kuat ekonominya di dunia ke enam setelah Amerika, China dan negara lainnya. Tantangannya adalah sejauh mana kita mencetak anak-anak bangsa yang bermutu dan berkualitas agar Indonesia bisa menjadi negara besar,” jelasnya.

Lembaga pendidikan, lanjut Kamaruddin, memiliki peran fundamental dan sangat menentukan apakah Indonesia bisa menjadi negara yang kuat atau tidak. Oleh karenanya, kita harus mempersiapkan generasi yang cerdas, terampil, berkarakter kuat, memiliki moralitas, berakhlak, tawadhu, pekerja keras, dan punya komitmen. Tidak hanya siswa yang jujur dan berintegritas, tapi juga cerdas, kreatif, memiliki visi, cita-cita, kemauan, harapan, mimpi dan ambisi besar.

“Itu yang harus kita persiapkan,”tandas Kamaruddin.(ak/bd)