Diryanlu Sosialisasikan Peningkatan Layanan Haji kepada CJH

Semarang – Sri Ilham Lubis, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama RI berkesempatan memberikan sosialisasi peningkatan pelayanan haji 1438H/2017M kepada Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Semarang. Pada kegiatan Bimbingan Manasik CJH Kota Semarang ke-2 Sabtu (15/07) di Auditorium Kampus III UIN Walisongo Semarang, Diryanlu memaparkan beberapa layanan jemaah haji yang telah disiapkan. Ada 4 (empat) hal layanan bagi jamaah haji di Arab Saudi, yaitu akomodasi di Mekkah dan Madinah, konsumsi, transportasi dan Armina.

Sri Ilham menjelaskan, dengan adanya penambahan kuota bagi semua negara pada tahun 1438H termasuk jemaah haji Indonesia, otomatis semakin meningkat jumlah penginapan yang dibutuhkan oleh jemaah haji. ”Tahun ini disediakan 155 hotel standard bintang 3, paling dekat berjarak 900m dari Masjidil Haram dan terjauh 4,4 km. Adanya perluasan Masjidil Haram otomatis berdampak pada hotel yang dekat tidak ada lagi,” ujarnya.

“Bagi yang menginap di hotel dengan jarak 1,5 km disediakan layanan trasnsportasi bus sholawat selama 24 jam, baik pada saat salat sunnah Dhuha atau tahajud, apalagi salat wajib lima waktu. Tidak usah berebut, tidak usah takut tidak kebagian bus,” terangnya.

Sedangkan ketika di Madinah 95% tempat penginapan CJH berjarak 600m dari Masjid Nabawi dan 5% berjarak lebih dari 600m. Terkait dengan konsumsi, Sri Ilham mengungkapkan menu makanan yang telah disiapkan adalah menu standar nasional. Tahun ini ada menu tahu dan tempe di Mekkah. Disediakan 59 kali makan, dengan rincian 25 kali di Mekkah, 18 kali di Madinah, 1 kali di Jeddah dan 15 kali di Arafah-Muzdalifa-Mina.

“Makanan tidak tahan 24 jam, oleh karenanya jika mendapat jatah makan segera dimakan,” ujar Sri mengingatkan.

Transportasi bagi jemaah haji disediakan bus Sholawat yang akan mengantarkan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram pulang-pergi selama 24 jam. “Ada 40 halte yang telah disediakan di depan hotel. Tidak usah berjubel, kepada para petugas, silakan diatur jemaahnya masing-masing supaya tidak berbarengan berangkat pada saat yang sama,” tegasnya. Ia memberikan contoh, ”Petugas, karu dan karom silakan mengkoordinir jemaahnya. 2 jam sebelum adzan diberangkatkan jemaah setengah kloter misalnya, Jangan sekaligus semua diberangkatkan pada saat yang sama sehingga akan berjubel,” lanjutnya.

Selanjutnya transportasi di Masyair digunakan untuk mengantar jemaah haji pada puncak haji dari hotel Mekkah ke Arofah, lanjut ke Muzdalifah, menuju Mina dan kembali Mekkah lagi. Ada 21 bus setiap maktab dengan maksimal tahun pembuatan 5 tahun.

“Pada tanggal tersebut mulai bakda Maghrib jemaah diberangkatkan ke Muzdalifah, hanya tersedia 7 bus setiap maktab. Ini adalah aturan Arab Saudi demi kelancaran arus lalu lintas,” terang Ibu Direktur.

Ia menekankan, tahun 1438H seluruh kuota negara bertambah, sehingga untuk mempermudah mengelompokkan barang dan mengetahui identitas lain, jemaah haji wajib mencantumkan tanda pita warna. Dipastikan juga tiap rombongan bagasi mempunyai tanda warna identitas berdasarkan rombongan masing-masing. Pada saat di Armina jemaah haji menempati tenda baru yang lebih bagus dari Mina, tersedia juga AC pendingin demi kenyamanan jemaah.

Di hadapan sekitar 2.000 CJH yang hadir, Sri Ilham menegaskan bahwa dari tahun ke tahun Kementerian Agama selalu berupaya meningkatkan pelayanan jamaah haji baik akomodasi, transportasi, konsumsi maupun yang lainnya.(ch/gt)