Disiplin ASN, Untuk Kemajuan Kementerian Agama

Kota Magelang – Disiplin dan kinerja yang bagus sangat dibutuhkan bagi kemajuan suatu Kementerian Agama. Keputusan pemerintah tentang hari libur nasional dan larangan untuk tidak melakukan mudik bagi ASN merupakan kebijakan yang harus dipatuhi pula oleh ASN di jajaran Kementerian Agama. Salah satu upaya pengawasan yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kota Magelang adalah dengan melaksanakan apel pagi dihari pertama setelah libur hari raya Idul fitri 1442 H. Senin (18/05) apel pagi di halaman Kankemenag Kota Magelang berjalan dengan tertib dan lancar. Seluruh ASN Kementerian Agama Kota Magelang hadir dan mengikuti apel pagi tanpa keterlambatan. Selain Kasubbag TU serta para Kasi dan Gara, apel pagi hari ini di hadiri pula seluruh kepala madrasah dan kepala KUA di lingkungan Kankemenag Kota Magelang.

Dalam amanatnya Kepala Kankemenag Kota Magelang mengatakan “Organisasi akan berhasil melaksanakan program-programnya bila orang-orang yang bekerja dalam organsiasi dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan bidang dan tanggung jawabnya masing-masing. Dalam melaksanakan tugas tersebut, para pegawai perlu diberikan arahan dan dorongan, sehingga potensi yang ada dalam dirinya dapat diubah menjadi potensi yang menguntungkan organisasi”.  “Disiplin pegawai adalah salah satu unsur suksesnya birokrasi di Kementerian Agama Kota Magelang. Kesempatan apel pagi juga wadah sharing informasi” imbuh Sofia Nur.

Setelah apel pagi, acara dilanjutkan dengan halal bi halal yang juga dilaksanakan di halaman kantor. Kasubbag TU Moh. Sunaryanto, mewakili seluruh ASN dijajaran Kementerian Agama Kota Magelang selain mengucapkan selamat merayakan hari raya Idul Fitri juga mnyampaikan permohonan maaf  atas segala kekurangan dan kekeliruan baik secara pribadi maupun kedinasan kepada Kepala Kantor.

Lebih lanjut dikatakan “Pasca Idul Fitri, masyarakat muslim Indonesia biasanya melakukan tradisi halal bi halal sebagai ajang komunal dalam bersilaturahim. Tradisi ini telah dilaksanakan secara istiqamah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tradisi mulia ini dimaksudkan untuk merekatkan hubungan, mencairkan suasana, merajut kebersamaan, dan melepaskan berbagai konflik, mulai konflik politik, sosial, bahkan hingga konflik pribadi. Intinya, silaturahim dan keharmonisan sosial menjadi tujuan utama dari Halal bi Halal ini” ujar Moh Sunaryanto. (HS)