Diva Vique Que Rebut Siswi MI Berbakat

Purbalingga – Meneruskan kesuksesan tahun sebelumnya, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Lomba Bercerita Bagi Siswa SD/ MI Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2017.

Lomba yang diselenggarakan dalam rangka Gerakan Gemar Membaca Tahun 2017 bertempat di Gedung Srikandi Komplek Kabupaten Purbalingga, Rabu (20/09). Kegiatan yang berlangsung sehari diikuti oleh siswa-siswi SD/ MI utusan terbaik dari tiap-tiap tingkat kecamatan. 18 UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Kabupaten Purbalingga berkewajiban mengikutsertakan utusan terbaik dari hasil seleksi di tingkat kecamatan, baik perwakilan SD maupun perwakilan MI.

Salah seorang Kepala Madrasah yang turut mendampingi dan memotivasi anak didiknya, Farid menyatakan bahwa kegiatan lomba ini merupakan ajang yang sangat baik untuk memotivasi siswa agar gemar membaca.

“Ini ajang yang sangat bagus untuk memotivasi anak didik agar gemar membaca. Kami dari MIM Panican sebagai utusan kecamatan Kemangkon sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membina anak didik kami, berlatih dengan pendamping guru pembina siswa berprestasi. Tetapi hasil kejuaraan kita serahkan sepenuhnya kepada Dewan Juri yang insyaalloh menjunjung sportifitas,” jelas Farid.

“Selain Piala ada uang Pembinaan. Untuk  Juara I : Rp 1.600.000,00, Juara II Rp 1.300.000,00 dan Juara III Rp 1.000.000,00.  Untuk Juara Harapan juga ada. Tetapi  Juara bukanlah tujuan utama. Pengalaman dan motivasi bagi siswa dan guru merupakan satu hal yang dapat kami tangkap sebagai salah satu manfaat dari kegiatan ini,” imbuhnya.

Usai rekapitulasi dan rapat Dewan Juri, Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah Sambas menempati posisi Terbaik ke-2 atas nama Diva Vique Que mewakili seluruh madrasah yang mengikuti kegiatan lomba tersebut. Guru pendamping sekaligus pelatih Story Telling, Sri Mulyani Barokah mengungkapkan bahwa anak didiknya memang memiliki bakat yang bagus sehingga hanya dalam sehari mampu menghafal dan menguasai materi cerita yang dilombakan.

“Diva Vique Que siswi kami di kelas 5A-1. Ia memang mempunyai bakat yang bagus dalam bercerita. Terbukti hanya dalam sehari materi bacaan yang harus diceritakan sudah bisa dihafal dan dikuasainya. Waktu bagi kami untuk mempersiapkan lomba ini hanya dua pekan. Tetapi saya hanya bisa melatih di saat-saat tidak mengajar. Tidak ada pelatih khusus dari luar, kami berusaha secara autodidak. Buka-buka di youtube untuk bahan latihan. Target kami mendapat Juara I, alhamdulillah dapat  Juara II. Kami memaklumi karena penilaian kejuaraan ini tidak hanya dari penampilan siswa tetapi juga terkait dengan kegiatan membaca dan perpustakaan di sekolah,” ungkap Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menambahkan untuk tahun ini cerita yang dilombakan tentang Babad Kadipaten Onje, sedangkan pada tahun sebelumnya dengan tema Babad Desa  Siwarak, anak didik yang dibimbingnya berhasil merebut Juara III. (sar/gt)