Djumali pingsan saat crane roboh

Boyolali – Upaya mencari titik terang terhadap Calon Jemaah Haji (CJH) yang menjadi korban pada musibah robohnya crane di Masjidil Haram terus dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo. Semenjak diterimanya daftar nama jemaah rawat/wafat musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram dari Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Arsyad Hidayat berupa surat dijital yang dikirim melalui media sosial “WhatsApp”.

Berdasarkan daftar nama yang diterima tersebut terdapat 33 (tiga puluh tiga) nama, 2 (dua) diantaranya atas nama Iti Rasti Darmini kloter JKS 23 asal Jakarta dan Masnauli Sijuadil Hasibuan kloter MES asal Sumatera Utara dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 31 (tiga puluh satu) lainnya mengalami luka-luka. Dari 31 CJH yang mengalami luka-luka terdapat 3 (tiga) CJH asal Embarkasi Solo, mereka adalah : Umi Dalijah Amat Rais kloter 24 asal Kabupaten Bantul, Endang Kaswinarni Poerwomarton kloter 46 asal Kabupaten Pemalang dan Djumali Jamari Setro Wijoyo kloter 52 asal Kabupaten Semarang.

Hingga siang tadi (12/9) koordinasi dan komunikasi terus dilakukan oleh PPIH Embarkasi Solo dengan Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah melalui hotline yang tersedia pada nomor +966543603154, dengan Satuan Tugas (satgas) PPIH Arab Saudi maupun dengan Ketua Kelompok Terbang (kloter) masing-masing korban. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal terkait info keadaan dan keberadaan ketiga korban tersebut.

Alhamdulillah, menjelang petang informasi atas nama Djumali Jamari Setro Wijoyo loter 52 asal Kabupaten Semarang terjawab, melalui komunikasi melalui media sosial dengan Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) kloter 52 H. Taufiqurrohman kabar tentang Kakek 87 tahun tersebut terjawab. Bahwa pada saat kejadian berlangsung Djumali mengalami pingsan dan baru sadar setelah di salah satu ruang rumah sakit, setelah mendapat perawatan dari rumah sakit Djumali dibawa kembali oleh petugas TPIHI menuju Hotel Sakab Albarkah kamar no. 403 yang berada di maktab 2 wilayah Aziziyah Syimaliyah.

Kakek Djumali yang berangkat tanpa pendamping tersebut mengalami luka ringan pada ibu jari sebelah kiri, tangan sebelah kiri, dan lecet kecil pada mulut dan hidung. Saat ini kondisi Djumali sudah membaik dan siap untuk kembali melanjutkan ibadah di tanah suci. (gt)