Kepala Kankemenag Kab. Cilacap menerima jurnal Pakerti dari ketua DPD PGMI Kabupaten Cilacap

DPD PGMI Cilacap Launching Jurnal Pakerti

Cilacap – Berbagai terobosan dalam rangka peningkatan profesionalisme guru madrasah di Kabupaten Cilacap terus dilakukan. Salah satunya melalui DPD Persatuan Guru Madrasah Indonesia ( PGMI) Kabupaten Cilacap resmi melaunching jurnal “Pakerti”, kegiatan ini ditandai dengan dilaunchingnya jurnal oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Imam Tobroni pada hari Kamis. (02/9/2021)

Selain kegiatan launching, juga dilaksanakan Web Binar Sukses Menulis Karya Ilmiah Perspektif  Jurnal Ilmiah dengan Narasumber Sigit Apriyanto Dosen yang selama ini mengajar di Malaysia dan Shofar Salahudin dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan yang dilakukan secara on line ini diikuti oleh ratusan guru madrasah melalui aplikasi zoom meeting dan juga live streaming melalui channel youtube kemenag cilacap.

Ketua DPD PGMI Kabupaten Cilacap, Ali Sodikin dalam laporannya menyampaikan, bahwa lahirnya jurnal Pakerti dilatar belakangi perlunya wadah penulisan ilmiah bagi guru madrasah khususnya di Kabupaten Cilacap.

 “Ide penerbitan jurnal sudah lama digaungkan, tapi belum terealisasi dan alhamdulillah hari ini niat dan tekad kita terwujud dan harapannya menjadi tempat menuangkan karya ilmiah guru madrasah dan segenap keluarga besar Kementerian Agama” katanya.

Ditambahkan Ali Sodikin, tujuan jurnal Pakerti bukan untuk mencari benefit, tapi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan madrasah dan menumbuhkan budaya literasi dan budaya ilmiah.

“PGMI tidak memiliki niat untuk mencari keuntungan lewat  jurnal, namun kami memfasilitasi para guru dan segenap warga Kementerian Agama yang ada untuk bersama-sama meningkatkan mutu,”  tambah Ali Sodikin

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Imam Tobroni menyambut baik acara launching jurnal Pakerti, menurutnya meningkatkan mutu jurnal ilmiah dan karya ilmiah dosen tidak semudah membangun gedung dan sebagainya.

“Kalau bangun rumah tiga bulan bisa selesai, asal dananya ada. Berbeda dengan non fisik (jurnal, red) butuh proses yang panjang,” katanya.

“Untuk itu jurnal ini sangat penting, kita perlu memperkuat jurnal Pakerti sebagai sarana dakwah ilmiah dan menumbuhkan budaya literasi.,” Harap Imam Tobroni. (meip)