Dua Guru Pegiat Literasi MTsN 1 Pati Hibahkan Dua Karya Terbaru

Dua Guru Pegiat Literasi MTsN 1 Pati Hibahkan Dua Karya Terbaru

Pati – Gerakan literasi yang digadang-gadang oleh MTsN 1 Pati kini membuahkan hasil membanggakan. Pasalnya, baru-baru ini dua guru MTsN 1 Pati kembali menghasilkan sebuah karya berupa antologi. Keduanya, ialah Henny Nur Hasanah dengan judul Menebar Kebajikan Bersama Komunitasku  dan Evi Nur Hidayah dengan judul Sabarmu Pasti Berbuah Indah. Dua antologi ber-ISBN tersebut telah diserahkan kepada Kepala Perpustakaan Ibnu Sina, Fariqah, pada Sabtu (4/9/2021).

Henny, salah seorang penulis, menyebutkan bahwa sampai saat ini ia telah menghasilkan lima buku ber-ISBN, empat antologi Bersama dan 1 buku karya tunggal. Melalui antologi Menebar Kebajikan Bersama Komunitasku ini, Henny bersama komunitasnya ingin terus menebar kebajikan dan member motivasi kepada para pembaca melalui cerita inspiratif yang ada di dalam buku tersebut. “Jadi, lewat buku ini kita dapat berbagi kisah, bertegur sapa, dan bisa berbagi kebaikan,” ujarnya.

Henny, sebagai Seksi Literasi MTsN 1 Pati,  menjelaskan bahwa semenjak dirinya bergabung dengan komunitas penulis, dirinya merasa termotivasi untuk terus berkarya. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk mengajak guru lain dan siswa agar gemar menulis, dengan strategi mengadakan perlombaan di setiap even penting. “Alhamdulillah, mulai berjalan dengan strategi tersebut. Beberapa karya anak dan guru sudah terkumpul dan akan kami bukukan menjadi karya antologi. Insya Allah akan segera launching,” papar Henny.

Sementara itu, antologi Sabarmu Pasti Berbuah Indah karya Evi bersama rekan penulis lain, berisi tentang kisah para penulis yang mengambil hikmah dari setiap perjalanan hidup berdasarkan peristiwa yang dilalui. Berbeda dengan Henny, karya ini merupakan karya kedua bagi Evi. “Ini buku kedua saya. Buku ini memuat pesan bahwa kesabaran pasti menghasilkan yang lebih indah dari yang kita harapkan. Insya Allah untuk buku yang ketiga sedang dalam proses penerbitan. Mohon doanya supaya cepat dan lancar,” tuturnya.

Secara lebih jauh, Evi mengungkapkan bahwa saat menulis, ia terinspirasi dari sebuah kalimat ‘Menulislah untuk Keabadian’. Kalimat tersebutlah yang membuat dirinya tidak ingin berhenti menulis dan ingin terus meninggalkan sesuatu yang dapat diwariskan kegenerasi selanjutnya. “Yang memotivasi saya hanya itu. Ketika telah tiada, ada karya yang bisa diwariskan untuk anak cucu kita,” terang Evi.

Kedepannya, Evi berkeinginan untuk dapat menerbitkan sebuah karya tunggal. Dirinya berharap karyanya ini dapat dinikmati oleh semua kalangan dan bisa memberikan manfaat bagi penulis maupun pembacanya. “Alhamdulillah,  jika dapat menginspirasi para pembaca untuk ikut berkarya,” ucapnya.

Sama halnya dengan Henny, Evi pun memiliki keinginan mengajak guru yang lain untuk ikut menulis. “Biasanya guru selalu memberikan pengaruh kepada anak didiknya sehingga anak bisa terinspirasi untuk menjadi lebih dari Bapak/Ibu guru yang mengajarnya. Semoga kedepan banyak penulis-penulis yang lahir dari kalangan guru,” harap Evi.

MTsN 1 Pati merupakan madrasah yang selalu menggerakkan sekaligus menamankan budaya literasi baik kepada siswa maupun  guru. Ali Musyafak, Kepala  MTsN 1 Pati, bersyukur sekaligus mengapresiasi hasil karya guru tersebut. “Alhamdulillah,  Guru MTsN 1 Pati bergerak berliterasi. Selamat kepada Bu Henny dan Bu Evi. Semoga mbarokahi,” ujarnya. (Tim/at)