Dua Siswa MTsN Sale Raih Beasiswa Sampoerna Boarding School

Rembang — Siang itu terpancar kebahagiaan dari raut muka Muhari (50). Lantaran putranya, yaitu Misbakhul Munir akan mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di Sampoerna Academy Boarding School, Bogor tahun ajaran 2016/2017. Muhari tidak menyangka, dengan keterbatasan ekonomi hidupnya, mampu membawa putra ketiganya tersebut meraih beasiswa di sekolah yang berstandar internasional tersebut.

Selain Muhari, pasangan Slamet (37) dan Nur Kusriyati (38) juga merasakan hal sama, lantaran Wahyu Nur Budiarta juga mendapatkan kesempatan sama seperti Misbah. Kedua siswa ini, baik Misbah maupun Wahyu berasal dari keluarga yang kurang mampu. Sebelumnya, keinginan mereka untuk sukses di suatu kelak memang ada. Namun hal itu dirasa jauh dari angan-angan karena kondisi orang tua mereka yang pekerjaan sehari-hari hanyalah petani dan pedagang makanan keliling.

Dan kini harapan dan jalan mereka untuk meraih kesuksesan sudah terbuka, lantaran mereka merupakan siswa terpilih di antara ratusan peserta yang ikut seleksi beasiswa dari Sampurna ini, dan satu-satunya dari madrasah se-Indonesia.

Misbah dan Wahyu merupakan siswa MTsN Sale, Rembang kelas 9 program bilingual. Diakui mereka, mapel Bahasa Inggris merupakan mapel favorit mereka. Dengan bekal bahasa Inggris, mereka siap meneruskan jenjang pendidikan yang lebih tinggi di sekolah berstandar internasional, yang sehari-harinya menggunakan bahasa Inggris.

Kepala MTsN Sale, Masrum mengatakan, pada seleksi tahap awal, madrasah ini mengajukan 9 siswa. Dari seleksi administrasi yang lolos 8. Kemudian setelah diadakan tes tertulis, akhirnya loloslah dua siswa. “Kami sangat bersyukur atas kelulusan Misbah dan Wahyu, sehingga berkesempatan untuk sekolah di lembaga bertaraf internasional. Sebab, tahun kemarin yang lulus hanya satu. Dan seleksi ini pun benar-benar di cek hingga di lapangan. Siswa harus benar-benar dari keluarga yang tidak mampu, namun berprestasi,” papar Masrum.

Sementara tim dari Sampoerna Boarding School, Lutvi Irawan mengatakan, program beasiswa ini memang ditujukan untuk mencetak siswa, utamanya dari keluarga yang kurang mampu untuk bisa bersaing di dunia internasional. Menurutnya, saat ini SDM di Indonesia, utamanya di bidang teknik dan industri masih dikuasai oleh tenaga asing. “Kami berharap adik-adik ini jangan sampai menjadi kuli di negeri sendiri. Apalagi saat ini sudah memasuki pasar bebas Asia (MEA). Oleh karena itu, kita harus mampu bersaing, terutama di negeri sendiri,” kata Lutvi

Pembekalan calon peserta didik oleh tim Sampurna tersebut digelar di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Jum’at siang (18/03). Misbah dan Munir merupakan dua siswa dari 69 siswa se-Indonesia. Sedangkan 67 di antaranya berasal dari sekolah umum.—(Shofatus Shodiqoh/gt)