Dukung Program Pemkot, MIN Kota Semarang Gerakkan Siswa Membaca

Semarang – Serentak Membaca se-Kota Semarang sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Semarang  dalam mengawal bulan literasi September 2018.  Untuk menandainya seluruh warga kota Semarang  digerakkan secara serentak membaca pada Rabu, (26/9) pukul 09.00 – 10.00 WIB.

Merespon program di atas, Subiyono selaku Kepala MIN Kota Semarang  turut andil mensukseskan program spektakuler ini dengan menggerakkan seluruh warga madrasah (guru, pegawai, siswa, orangtua siswa, pengelola kantin) untuk  – Drop Everyting and Read  (Tinggalkan Sesuatu dan Bacalah! – red). Tepat jam 09.00 WIB seluruh aktifitas berhenti, serentak siswa didampingi guru kelasnya duduk di teras kelas, mengeluarkan buku/ majalah/ koran yang dibawanya dari rumah, selanjutnya membacanya dengan senyap. Tak cukup sampai di situ, anak-anak kemudian menulis sinopsis dari buku yang dia baca pada Diary Baca.

Pukul 09.45 WIB kemudian Kepala MIN Kota Semarang didampingi Pengelola Pondok Baca berkeliling menghampiri siswa mengambil, memotret, merespon, dan mengapresiasi karya siswa. Rasa bangga dan senang ketika berkunjung ke kelas bawah, ditemukan siswa yang bernama Arjun Nizam (kelas 1), dia mampu menulis sinopsis sederhana dengan menuliskan judul bacaan, pengarang, tokoh, dan setting dalam cerita. Sementara di kelas atas, ada Anggun yang mana dia memiliki sinopsis terbanyak pada Diary Bacanya.

Anggun adalah siswa kelas IV.B yang menjadi salah satu Duta baca di Pondok Baca al-Mudarris Kota Semarang,” jelas Kepala MIN Kota Semarang.

Saat ditanya oleh kepala madrasah, Anggun menuturkan, dirinya hari ini telah membaca cerita berjudul Malin Kundang yang bercerita tentang seorang anak yang durhaka kepada ibunya dan dikutuk menjadi batu. “Alhamdulillah, saya sudah menulis sinopsisnya,” kata Anggun.

Melihat begitu banyak sinopsis yang dihasilkan siswa, Anita Nur Azizah selaku ketua panitia sekaligus pengelola Pondok Baca al-Mudarris Tahun Pelajaran 2018/ 2019 mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh warga madrasah. “Alhamdulillah, hari ini anak-anak menunjukkan keterampilan membaca dan menulis yang luar biasa. Terima kasih anak-anak,” kata Anita.

Hasil gemilang warga MIN Kota Semarang ini ternyata buah dari program Wajib Membaca yang dirintis sejak 2015. Yunia Eriani selaku Ketua Pondok Baca periode yang lalu menjelaskan, kebiasaan membaca seperti ini sudah kami lakukan sejak 2015. Kami punya jam “Wajib Membaca” setiap hari pukul 09.15 – 09.25 WIB yang dikemas dalam kegiatan Reading Morning” imbuhnya. Saat bel digital berbunyi, “it time to read, drop everything and read– saatnya membaca, tinggalkan sesuatu dan bacalah”  maka seluruh warga MIN Kota Semarang berhenti dari aktivitasnya lalu meluangkan waktu 10 menit untuk membaca.

Semoga program ini mampu mencetak anak-anak yang cerdas, kaya akan literasi dan menjadi pemimpin bangsa ini. MIN Kota Semarang … Bisa!. (sby-ch/gt)