Dukungan Kemenag Kota Semarang Terhadap Pendidikan Kespro di Madrasah

Semarang – Keprihatinan akan minimnya pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi (kespro) merupakan alasan mendasar digalakkannya Program Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas yang dimotori oleh PKBI Jateng. Melalui programnya PILAR (Pusat Informasi dan Layanan Remaja) dan GUSO (Get Up Speak Out) yang bekerjasama dengan Rutgers WPF Indonesia, program ini diimplementasikan di lima kota di Indonesia, Bandar Lampung, Jakarta, Denpasar, Kupang dan Semarang.

Demikian disampaikan oleh Fauzi pengurus PKBI Jateng dan Elizabeth selaku Direktur pada audiensi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Selasa (19/03) di Ruang Kakankemenag.

“Minimnya pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi ditambah pula dengan minimnya kedekatan hubungan antara remaja dengan orang tua akan memperparah kondisi dan mengakibatkan remaja menjadi salah pergaulan bahkan di beberapa kasus menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan,” papar Elizabet.

Sehingga sekolah merupakan tempat strategis untuk menyampaikan pendidikan kespro dan mengedukasi remaja. Dalam kerangka tersebut PKBI bermaksud mengadakan kerjasama dengan Kemenag untuk memperluas dan mengadakan kegiatan kespro di madrasah negeri dan swasta di lingkungan Kemenag.

Kakankemenag Kota Semarang Muh Habib menanggapi positif dan sangat mendukung upaya tersebut serta berharap agar Perjanjian Kerja Sama (PKS) nantinya mempunyai progress dan ada hasil kongkret yang bisa dirasakan oleh semua pihak.

“Kerja sama jangan hanya sebatas seremonial atau tulisan di atas kertas tanpa ada tindak lanjut tetapi harus ada program yang berpengaruh pada anak didik,” pesan Habib.

Pihaknya menyambut baik dan berharap ada pembahasan tentang bentuk-bentuk kerjasama yang akan dilaksanakan, anggaran dan bentuk kegiatan yang dituangkan dalam PKS.

“Harus ada target, ada hasil dan ada evaluasi,” pesan Kakankemenag.

Audiensi dengan Kakankemenag merupakan rangkaian kerjasama setelah sebelumnya PKBI Jateng juga bekerjasama dengan Walikota Semarang, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

“Sejak 2016 PKBI sudah melakukan kerjasama dengan MTsN 1 Kota Semarang sebagai pilot project bersamaan dengan beberapa SMPN, Puskesmas dan Karang Taruna di Kota Semarang,” tutur Elizabeth.

Dengan pertemuan ini PKBI bermaksud mendapatkan dukungan Kementerian Agama untuk langkah-langkah selanjutnya misalnya dalam bentuk pelatihan guru dan dukungan madrasah secara lebih luas.

“Diseminasi terhadap madrasah juga sangat penting agar warga madrasah memperoleh informasi, timbul kesadaran dan akhirnya dapat menerima dan memanfaatkan informasi tentang kespro,” ungkap Fauzi.(ch/bd)