DWP Gelorakan Perempuan Anti Korupsi

Demak – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak Hj. Sa’adah beserta pengurus adakan pembinaan dharma wanita dan sosialisasi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), kegiatan diselenggarakan di Aula Kantor dengan diikuti seluruh anggota dharma wanita persatuan (DWP) jajaran Kantor Kemenag Kabupaten Demak, Selasa (04/12).

Sa’adah mengatakan, melalui kegiatan pembinaan dan sosialisasi tersebut diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai anti korupsi, sekaligus menjadi filter bagi pasangan/ suami untuk mencegah tindakan korupsi.

“Sebagai istri dan sebagai ibu, perempuan adalah tokoh sentral dalam keluarga yang memberi andil sangat besar terhadap arah perkembangan suami maupun anak-anak,” ungkap sa’adah.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Hj. Siti Fatimah Farhani, selaku narasumber mengatakan, Sosialisasi (SPAK) para peserta diberikan materi pengetahuan tentang korupsi dan bagaimana perempuan bisa berperan lebih banyak sebagai agen pencegahan korupsi terutama dalam lngkup keluarga.

“Ibu-ibu harus mengajarkan kejujuran sejak dini pada anak-anaknya, kejujuran yang dimaksud disini bukan kejujuran dalam arti definisi kejujuran, tetapi lebih kepada bagaimana kejujuran tersebut dipraktekkan dalam kehidupan sehari hari,” tegas Fatimah.

Dikatakannya, bahwa gerakan perempuan anti korupsi adalah gerakan sosial, ini gerakan yang dicanangkan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) beberapa bulan yang lalu. “Jadi perempuan punya peran penting dalam membangun bangsa dan negara,” imbuhnya.

Fatimah menambahkan, peran perempuan selain sebagai ibu rumah tangga adalah mendidik anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, walau bukan, ansih tanggung jawab seorang ibu dalam mendidik anak-anak. Tapi ibu/ perempuan punya peran yang sangat penting dalam menanamkan kejujuran dan kedisiplinan pada anak-anaknya.

“Tidak sebatas hanya tanggung jawab mendidik anak-anak saja, peran ibu sangat luas sekali. Keberhasilan dan sukses pasangan/ suami tidak lepas dari peran seorang perempuan atau istri,” pungkasnya. (ms/gt)