DWP Kemenag Rembang Sabet Juara 3 Lomba Naskah Riyawat Kartini

Rembang – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang meraih juara terbaik ketiga dalam perhelatan lomba RA Kartini ke-142 yang digelar April 2021. Lomba ini digelar oleh DWP Kabupaten Rembang.

Ketua DWP Kemenag Rembang, Juwarmi Fatah mengatakan, pengumuman pemenang diadakan pada awal Juni 2021. “Kemarin kita dapat pengumuman. Alhamdulilah perwakilan kita, yaitu Ny. Ummiku Badrudin mendapatkan juara 3 terbaik untuk kategori naskah riwayat Kartini, “ kata Juwarmi ketika diwawancara Kamis (10/6/2021).

Ummiku Badrudin adalah satu dari beberapa peserta DWP Kemenag Rembang yang mengikuti kompetisi ini. Kompetisi diadakan secara daring. Hasil lomba diunggah di kanal youtube DWP lembaga masing-masing.

Ummiku membacakan naskah riwayat Kartini sekitar 10 menit. Ada beberapa pesan yang disampaikan dalam pembacaan naskah ini. Pertama, Kartini pejuang emansipasi. Perempuan harus memiliki kesetaraan, kebebasan, kehidupan, hukum dan otonomi yang sama dengan laki-laki.

“Masa dipingit tidak menjadikan Kartini menunggu, terbelenggu dan merana. Kartini ingin berilmu, dengan terus membaca, belajar, menulis penuh makna. Itulah cara Kartini berkarya dan berjuang, Habis gelap terbitlah terang,” ucapnya.

Kedua, Kartini berupaya untuk memberikan semangat kepada perempuan Indonesia. Kartini mengharapkan, perempuan Indonesia tidak menyerah. Namun Kartini juga mewanti-wanti perempuan untuk mawas diri. “Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri,” seru Ummiku Badrudin menirukan Kartini.

Ummi juga menyoroti peran perempuan di bidang pendidikan dan kesehatan. Meurutnya, perempuan harus punya kesempatan untuk berpendidikan tinggi yang bermutu. Sementara di sektor kesehatan, pemerintah diharapkan fokus untuk memperbaiki akses dan kualitas pelayanan kesehatan untuk anak dan ibu. “Prioritas ketiga di sektor kesempatan kerja, dilakukan dengan memperbaiki keterampilan dan kapasitas tenaga kerja untuk perempuan,” kata dia.

Sedang prioritas keempat yakni pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap kaum perempuan di ruang publik dan pribadi, termasuk perdagangan orang dan eksploitasi seksual, serta berbagai jenis eksploitasi lain yang arogan. – (iq)