DWP Kemenag Salatiga Ikuti Halal Bihalal Secara Virtual

Salatiga —  Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Salatiga, Hj. Qiqi Taufiqur Rahman menyambut baik kegiatan Webinar Nasional. Ia berharap pesan yang disampaikan pada kegiatan itu akan menjadi modal baginya dan anggota untuk menciptakan perdamaian serta upaya meningkatkan moderasi beragama di Kota Salatiga.

Demikian harapan yang disampaikan oleh Ketua DWP Kemenag Kota Salatiga bersama sejumlah jajarannya sewaktu  mengikuti Webinar Nasional yang diseleggarakan oleh DWP Kemenag RI secara virtual, bertempat di masjid Al Firdaus Kantor Kemenag kota Salatiga Senin (07/06/2021).

Kegiatan webinar dilaksanakan sekaligus dengan Halal Bi Halal Nasional 1442 H dengan mengusung tema “Silaturahmi dalam Kebersamaan dan Keberagaman”.

Hadir mendampinggi Eny Retno Yaqut, Penasihat DWP Kemenag Halimah Zainut Tauhid, Ketua DWP Kemenag, Farikhah Nizar Ali dan jajaran pengurus. Sementara peserta yang mengikuti Balal Bihalal berasal dari DWP Kemenag provinsi dan kabupaten/kota serta DWP PTKN se Indonesia.

Ketua DWP Kemenag RI, Farikhah Nizar Ali mengatakan DWP telah mengadakan kegiatan selama bulan Ramadhan diantaranya demo masak yang dihadiri oleh Pengurus dan Penasehat serta diikuti seluruh anggota DWP Kemenag RI melalui zoom meeting. Selain itu mengadakan kegiatan sosial dengan berbagi 2500 paket sembako yang masing-masing terdiri dari 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, 1 kg tepung, telur dan kurma yang diberikan kepada ojek online, anak yatim piatu, fakir miskin, dan pondok pesantren. Insya Allah semua kegiatan yang kita lakukan mendapat berkah dari Allah SWT,” ucapnya.
Sementara itu Penasehat DWP Kemenag RI Eny Retno Yaqut manyampaikan bahwa sebagai anggota Dharma Wanita harus mendukung program unggulan Kementerian Agama dalam hal moderasi beragama, karena kita bangsa yang bermajemuk harus menghargai semua perbedaan dalam bingkai kemajuan bangsa dan negara. “ Beliau mengajak semua peserta untuk menysukuri berbagai keberagamaman, serta dapat mengelola perbedaan dengan baik dan bijaksana demi persatuan nasional dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia tercinta, “ katanya.

KH. Ahmad Baharuddin dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa memaafkan jangan perhitungkan secara sosial, tetapi mengharapkan pahala dari Allah SWT. Jadi, maaf itu ada ilmu, sebab dengan ilmu hidup kita bahagia dengan Allah karena Allah berjanji memberi pahala bagi orang yang senantiasa memberi maaf. (Humas/Khusnul-Fitri).