Embarkasi Solo, Gelombang I Selesai Diberangkatkan

Boyolali – Embarkasi Solo separuh langkah telah menyelesaikan prosesi pemberangkatan calon jemaah haji (CJH), dari 74 kelompok terbang (kloter) yang akan diberangkatkan menuju Tanah Suci dengan rencana total jemaah keseluruhan berjumlah 26,561. Dari 74 kloter tersebut untuk keberangkatannya dibagi menjadi 2 gelombang, gelombang I terdiri dari kloter 1 sampai dengan kloter 34, dan gelombang II teridiri dari kloter 35 sampai dengan kloter 74.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo Noor Badi mengatakan bahwa CJH yang tergabung pada kloter 34 diterbangkan menuju Tanah Suci melalui Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Minggu (21/08).

“Tepat pukul 21:40 WIB CJH kloter 34 dari Kabupaten Wonosobo dengan jumlah jemaah 355 dan 5 petugas  diterbangkan menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah,” papar Noor Badi.

Noor Badi menambahkan bahwa kloter 34 merupakan kloter terakhir yang diberangkatkan pada gelombang I, dimana pada gelombang I dari CJH yang diberangkatkan menuju Tanah Suci mendarat di Madinah, selama 8 hari lebih para jemaah tinggal di pemondokan Madinah untuk melaksanakan ibadah sholat 5 waktu selama 8 hari berturut-turut (arbain), kemudian baru bergerak menuju Mekkah.

“CJH pada gelombang I seluruhnya mendarat di Madinah, disana jemaah tinggal di pemondokan (hotel) selama 8,5 hari untuk dapat melaksanakan ibadah arbain atau melaksanakan shalat wajib 5 waktu selama 8 hari, baru setelah itu mereka bergerak menuju Mekah,” lanjut Noor Badi.

Dijelaskan, bahwa sejak kedatangan CJH kloter 1 hingga kloter 34, jumlah jemaah yang sudah masuk embarkasi sebanyak 12,220 sedang jumlah jemaah yang sudah diterbangkan menuju Tanah Suci sampai dengan kloter 34 sebanyak 12,178. Terdapat selisih 42 jemaah hal ini disebabkan adanya calon haji yang wafat, sakit, hamil dan batal di daerah sebelum masuk embarkasi, kemudian ada juga yang tunda karena menghendaki pindah kloter pada gelombang II dan juga sakit setelah masuk embarkasi.

“Dari jumlah jemaah yang masuk dengan jumlah jemaah yang diberangkatkan ada selisih sebanyak 42 jemaah, hal ini terjadi dikarenakan berbagai sebab, antara lain adanya calon haji yang wafat, sakit, hamil dan batal saat masih di daerah, ada juga yang menunda karena menghendaki pindah kloter dan juga tercata masih ada 4 jemaah yang sakit dan masih dirawat di RS. Moewardi,” jelasnya.

“Disamping itu jika dibandingkan dengan data rencana jemaah yang masuk ada selisih 20, hal ini dikarenakan adanya bangku kosong (open seat) dari beberapa kloter yang tidak dapat dipenuhi yang biasa kami sebut sebagai open awal,” tambahnya.

Rencana kedatangan dan keberangkatan

Dengan diberangkatkannya kloter 34, praktis tidak ada jemaah yang berada di embarkasi, karena rencana kedatangan jemaah baru akan masuk besok Senin (22/08) pada pukul 08:00 WIB dari kloter 35 asal kabupaten Purworejo dan pukul 19:00 WIB kloter 36 asal Kabupaten Kebumen. Sedang untuk keberangkatan baru akan diterbangkan pada Selasa (23/08) pada pukul 01:40 WIB dini hari. (gt/gt)