EMIS, Kunci Informasi Data Kemenag

Grobogan – EMIS (Education Managemen Information System) merupakan satu-satunya instrumen penjaringan data pokok Pendidikan Islam resmi dilingkup Ditjen Pendis, untuk dapat menghasilkan satu data yang akurat, lengkap, tepat waktu dan dapat dipertanggungjawabkan, maka Kantor Kementerian Agama Kab. Grobogan mengadakan sosialisasi untuk operator EMIS yang diberi tema Sosialiasasi Penguatan Tenaga Pengolah Data pada Pendidikan Agama Islam tahun 2017 dengan mengambil lokasi kegiatan di Aula PKPRI Purwodadi Kab. Grobogan, Rabu (12/07).

Musyarofah yang mewakili Plt. Kasi PAIS dalam laporan panitia mengatakan, tujuan diadakan kegiatan ini untuk memberikan informasi dan pembekalan kepada  tenaga guru pengolah data EMIS PAI,menggantikan sistem manual dengan berbasis online dan meningkatkan kualitas ilmu pendidikan agama islam dalam hal pelayanan penguatan data. Sehingga bisa mengimplementasikan kepada guru-guru yang ada di Kecamatan masing-masing.yang di ikuti 50 guru agama Islam.

Kepala Kantor Kemenag Kab. Grobogan, Hambali menyampaikan, EMIS  merupakan aplikasi yang dimiliki Kemenag dalam rangka untuk mendapatkan data. Dengan adanya data EMIS ini kedepan guru harus bisa mengakses laporannya ke data EMIS, karena data merupakan hal yang sangat penting.

“Akurasi data dari satu pintu sebagaimana EMIS ini harus dilaksanakan dengan teliti dan cermat, karena data tidak hanya sebagai sumber informasi tetapi juga sumber kebijakan,” pinta Hambali.

Lebih lanjut, Hambali mengatakan EMIS juga sebagai kebijakan untuk memberikan keputusan dalam perencaan terkait tunjangan profesi guru. Dan juga meminimalisir kesalahan-kesalahan dalam penulisan nama atau NIP dalam pencairan tunjangan guru.

“Salah satu kunci informasi keagamaan terletak pada kesediaan data yang akurat dan tepat waktu seperti data siswa, kualitas tenaga pengajar, sarana dan prasarana, keuangan, evaluasi belajar mengajar dimana satu kesatuan data tersebut merupakan fungsi dari sebuah Sistem Informasi Manajemen Pendidikan atau sering dikenal dengan EMIS” tegasnya. (bd/gt)