Evaluasi, Alat Ukur Keberhasilan UAMBN-BK Madrasah Aliyah

Grobogan – Menyikapi penyelenggaraan Ujian Akhir Madrasah Bertaraf Nasional Berbasis Komputer (UAMBN BK) Madrasah Aliyah yang sudah dilaksanakan Madrasah Aliyah kemarin. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan melalui Pendidikan Madrasah menyelenggarakan Rapat Evaluasi Penyelenggaraan UAMBN BK Tahun Pelajaran 2017/ 2018 di Hotel Fron One Purwodadi, Kamis (26/04).

Menurut Laporan Ketua Panitia Mat Said yang juga Kasi Pendidikan Madrasah mengatakan, rapat evaluasi mengundang 39 Kepala Madrasah se Kab.Grobogan atau yang mewakilinya. Diadakan rapat dengan tujuan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada akhir jenjang pada satuan pendidikan, sesuai dengan standar kompetensi lulusan yang ditetapkan secara nasional.

Kepala Kantor Kemenag Kab.Grobogan Hambali dalam sambutannya menyampaikan UAMBN-BK (Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional-Berbasis Komputer) adalah sistem pelaksanaan Ujian Akhir bagi Madrasah dengan menggunakan media komputer, dan diselenggarakan oleh Kementerian Agama.  Kementerian Agama menargetkan pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional-Berbasis Komputer (UAMBN-BK) pada tahun 2018 pada seluruh madrasah di Indonesia dihimbau sudah berbasis komputer.

“UAMBN Berbasis Komputer merupakan salah satu bentuk respons Kementerian Agama terhadap perkembangan teknologi dan penguatan karakter siswa-siswi madrasah. Dengan berbasiskan komputer ini, UAMBN BK akan memacu integritas, kejujuran, dan kedisiplinan siswa-siswi madrasah dalam ujian,” ungkap Kepala Kantor.

Dengan mengikuti UAMBN-BK, maka Kemenag sebagai penyelenggara pendidikan madrasah di Indonesia dapat mengukur tingkat keberhasilan pendidikan secara nasional sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian nantinya dapat dilakukan evaluasi terhadap hasil ujian guna peningkatan mutu pendidikan madrasah. Yaitu Standar mutu yang telah ditetapkan berdasarkan regulasi yang telah dirancang oleh Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama.

“Alhamdulliah semua madrasah di Kabupaten Grobogan sudah menggunakan komputer. Walaupun dana UAMBN-BK menggunakan dana mandiri. Oleh karena itu Kemenag mengucapkan terimakasih terhadap suksesnya pelaksanaan UAMBN-BK yang semua sudah menggunakan komputer. Dan bila ada kendala dalam pelaksanaan UAMBN-BK MA maka akan dijadikan bahan evaluasi bersama,” tutur Hambali. (bd/gt)