Evaluasi Anggaran, WTP Kemenag Harga Mati

Tegal (Slawi) – Pengeluaran anggaran rutin yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Agama yang kemudian disalurkan kepada Satker memerlukan evaluasi yang cermat guna memaksimalkan serapan anggaran yang ada. Oleh karena itu pada hari Senin (17/09) bertempat di MTs Negeri 1 Tegal digelar Rapat Koordinasi Evaluasi dan Pelaksanaan Anggaran Kemenag se-eks Karesidenan Pekalongan.

Dalam sambutan pembukaan rakor tersebut Farhani, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah menyampaikan, “pentingya rakor seperti sekarang ini adalah untuk memecahkan potensi anggaran yang tidak dapat diserap sehingga cepat dapat segera dievaluasi, selanjutnya setelah anggaran dilaksanakan dapat dilanjutkan dengan membuat laporan”. kata Farhani.

Farhani juga menambahkan bahwa dalam system penganggaran kita kadang ditemui kendala, anggaran yang diturunkan dari pusat ke daerah pengalokasiannya diujung waktu, sehingga sulit untuk diserap / dicairkan. Sebagai contoh alokasi PIP diturunkan ketika siswa Kelas IX telah lulus, atau pekerjaan fisik yang dialokasikan pada akhir tahun, padahal semua butuh proses dan waktu penyerapan.

Oleh karena itu tambah Farhani, “mulai sekarang seluruh kepala satker diharapkan dapat memahami alur perencanaan, resapan, dan pelaporan keuangan. Sehingga  dapat segera mengambil tindakan untuk mengevaluasi serapan DIPA yang ada. Sekaligus agar dapat mempertahankan capaian Peringkat I sebagai Kanwil provinsi terbaik dalam hal Pelaporan.

Dalam mengakhiri sambutannya Farhani memberikan motivasi pada peserta rakor, “sebagai warga negara Indonesia kita punya slogan NKRI harga mati, mulai sekarang ditambahi sebagai ASN Kemenag, Laporan WTP Kemenag harga mati.”ujarnya.

Sementara itu dalam laporan kegiatannya Nurcholis, selaku Kasubbag Perencanaan dan Keuangan menyatakan kegiatan ini diikuti oleh 92 peserta terdiri dari Kepala Kemenag, perencana kemenag, Kepala Satker MAN/MTsN dan operator se-eks karesidenan Pekalongan. Nurcholis menambahkan bahwa pertemuan rutin per wilayah semacam ini merupakan ikhtiar Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah untuk mengevalusi serapan DIPA dan diharapkan setelah rakor ini dilaksanakan, satker dapat segera melaksanakan anggaran dang membuat laporan yang baik. (Byroni)