Farhani : Kota Semarang menjadi Barometer

Semarang – Kota Semarang menjadi barometer jemaah haji kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan jumlah jemaah haji asal Kota Semarang paling banyak se-Jawa Tengah di antara 35 kabupaten kota yang lain. Sekalipun Kota Semarang bukan kota wali jemaahnya paling banyak setelah kabupaten Demak.

Demikian ungkapan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani pada saat memberikan materi Bimbingan Manasik Haji ke-1 tingkat Kota Semarang yang dilaksanakan oleh Kemenag Kota Semarang di Auditorium Kampus III UIN Walisongo Semarang, Sabtu (08/07).

Dirinya merasa bersyukur berkesempatan hadir di tengah-tengah calon jemaah haji (CJH) Kota Semarang tahun 1438H yang pagi itu dipadati sekitar 2100 jemaah. Rasa syukur juga ditekankannya kepada peserta bimbingan manasik haji yang masuk dalam daftar CJH tahun 1438H/2017M.

“Hasil kunjungan Raja Arab Saudi dan presiden Jokowi serta komunikasi dan harmoni yang dibangun di antara kedua negara beberapa waktu lalu menghasilkan beberapa kesepakatan yang hasilnya dinikmati oleh CJH Indonesia. Mulai tahun ini potongan jemaah 20% yang diberlakukan sejak tahun 2013 sudah normal kembali. Tahun ini Indonesia juga mendapat tambahan kuota sebanyak 10 ribu jemaah yang dibagi 34 provinsi se-Indonesia,” terang Kakanwil.

Ia mengingatkan berbagai persiapan yang harus dilakukan dan penyelesaian paspor harus sudah dikirim ke Kanwil Kemenag Jawa Tengah untuk diteruskan ke pusat. Kakanwil juga menyinggung vaksinasi CJH minimal sudah dilakukan 10 hari pra keberangkatan ke tanah suci. “Karena vaksin bekerja paling cepat 10 hari, jangan sampai ini lalai karena menyangkut kesehatan dan layanan masyarakat,” tegasnya.

Farhani mengingatkan bagi jemaah yang mempunyai masalah kesehatan supaya menjaga pola makanan dan mematuhi jenis makanan yang dilarang sesuai perintah dokter.

Terkait dengan kinerja Kementerian Agama dalam pelayanan ibadah haji Kakanwil mengatakan, “Pada musim haji Kementerian Agama tiap tahun memberangkatakan sekitar 221.000 jemaah yang semuanya butuh makan, tempat tidur, qur’ah/ undian maktab. Tiap tahun pula selalu diadakan evaluasi,” terang Farhani.

Menurutnya evaluasi bukan bertujuan untuk mencari kesalahan atau kekurangan tetapi dalam rangka untuk memberikan produk layanan yang lebih baik bagi masyarakat di masa yang akan datang. Beberapa hal yang dievaluasi antara lain terkait catering, transportasi lokal, maktab dan lain-lain.

”Tiap tahun permasalahan silih berganti. Kita jawab dengan kerja, kerja dan kerja. Hasilnya produk layanan haji oleh lembaga statistik nasional memperoleh nilai 83,83 dengan predikat memuaskan,” paparnya.

Kepada jajarannya Kakanwil berpesan untuk memberikan layanan sebaik-baiknya, “Oleh karena kita digaji dan diberikan tunjangan kinerja untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia tidak memungkiri untuk melayani CJH Kota Semarang yang berjumlah 2.100 lebih harus dibantu tenaga yang cukup memadai baik dalam persiapan, penyelesaian paspor, pemberangkatan dan kedatangan jemaah haji. Sehingga dibutuhkan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak demi kenyamanan, keamanan dan keselamatan para jemaah.

Kepada CJH Farhani berpesan untuk selalu menjaga kesehatan. “Jaga nama baik jamaah haji Kota Semarang, nama baik Jawa Tengah dan nama baik Indonesia. Selama ini jemaah haji Indonesia dinilai paling tertib, sopan dan mudah diatur,” pesan Kakanwil.

Pada kegiatan tersebut peserta juga memperoleh materi tentang kesehatan jemaah haji yang disampaikan oleh Mada Gautama Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Semarang. (ch/gt)