Farhani : MTQ Ajang Silaturrahim

Mungkid – Musabawah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar XXXI tingkat Jawa Tengah seharusnya diikuti oleh 35 Kabupaten dan Kota, karena sesuatu dan lain hal Kabupaten Pemalang tidak mengirimkan kafilah sehingga MTQ pelajar tahun ini diikuti oleh 34 kafilah dari kabupaten/ kota se-Jawa Tengah dengan jumlah kafilah terdiri dari 22 peserta sehingga seluruhnya berjumlah 748 peserta, cabang yang diperlombakan ada 3 meliputi Tartil untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA, MA/SMK, Tilawah SD/MI, SMP/MTs, SMA, MA/SMK, Tahfid 1 Juz dan Tilawah SMP/MTs, Tahfid 5 Juz & Tilawah SMA, MA/SMK.  MTQ dilaksanakan di Mungkid Kabupaten Magelang yang akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 13 s.d. 16 Desember 2016 dan dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (13/12).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani bersukur ditengah situasi dunia yang sedang bergejolak, masih diberi rahmat berupa situasi yang kondusif, serta masih diberi kesempatan dalam menjalin tali silaturrahim dan persahabatan melalui kegiatan MTQ pelajar ini.

“Melalui MTQ Pelajar dan forum-forum yang lain kita dapat menyebarkan pengertian Islam yang benar kepada anak didik kita, agar mereka tidak terjatuh dalam ajaran yang salah, ajaran yang mengajak kekerasan, menjauhkan dari kedamaian dan kerukunan bersama,” ucap Farhani.

Beliau menegaskan, MTQ Pelajar XXXI ini sebagai arena berkompetisi, untuk mengerti, memahami, dan menghayati makna Al Quran, kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peserta diharapkan lebih dapat menambah rasa sopan santun dan andap asor untuk saling menghormati, serta menumbuhkan toleransi untuk mewujudkan harmoni kehidupan.

“Mari kita tingkatkan tali silaturrahim sehingga saling mengenal lebih erat tali persaudaraan kita juga merupakan sarana mempererat silaturrahim antar pelajar dan masyarakat sekaligus merevolusi mental peserta,” imbuhnya.

Al Quran secara tegas melarang muslim untuk memaksakan kehendak kita kepada yang lain, sedangkan kekerasan terorisme adalah ajaran yang berlawanan dengan ajaran Islam yang benar, karena Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai nabi yang terakhir sebagai rahmat bukan saja bagi umat Islam melainkan rahmat bagi semesta alam, karena Islam menjamin kebebasan dalam memeluk agama, dan telah dijelaskan dengan sejelas-jelansnya dalam Al Quran, karena Al Quran sangat syarat akan ide-ide mengenaikonsep keadilan sisial, ekonomi dalam kehidupan umat manusia, Al Quran juga mengajarkan berdampingan hidup secara damaidengan umat yang berbeda keyakinan tanpa mengganggu akidah dalam melaksanakan ibadah.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya atas terlaksananya MTQ Pelajar XXXI tahun ini kepada seluruh kafilah dan selamat bermusabaqah, semoga Allah selalu melindingi kita. Aamiin,” pungkasnya. (bd/gt)