Farhani Resmikan Kampung Dakwah di Kebumen

Kebumen-Menjawab tantangan jaman tentang teknologi informasi berbasis internet yang begitu masif, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kankemenag Kabupaten Kebumen menginisiasi Kampung Dakwah Berbasis Media. Portal media dakwah yang bisa dikunjungi di kampungdakwah.or.id diresmikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah  Farhani, Rabu (13/12) di Aula Tulus Kebumen.

Farhani menyatakan salut terhadap kinerja Kepala Kankemenag Kebumen H Imam Tobroni  yang notabene baru beberapa bulan menjabat telah meluncurkan 3 Inovasi perubahan di Kementerian Agama Kabupaten Kebumen. “Layanan Haji Terpadu, Sertifikasi massal IMB rumah ibadat gratis dan sekarang bekerjasama dengan Pokjaluh membuat Kampung Dakwah berbasis media,” paparnya. Belum lagi nanti ada Launching Madrasah berbasis Tahfidz, lanjut Farhani.

Farhani juga memberikan apresiasi kepada Penyuluh Agama Islam Fungsional Kemenag Kebumen atas program Kampung Dakwah ini. Bahkan Farhani juga menyatakan bahwa Kampung Dakwah berbasis media ini adalah satu-satunya di Jawa Tengah, “ program ini merupakan pertama dan baru satu-satunya di Jawa Tengah bahkan se-Indonesia,” katanya.

Kegiatan yang merupakan rangkaian Hari Amal Bhakti ke 72 Kemenag ini dihadiri oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional, Penyuluh Agama Honorer, Remaja Masjid dan beberapa pejabat diantaranya para Kasi, Gara, Pengawas Kankemenag Kebumen. Hadir juga Kepala Desa Jemur yang wilayahnya ditasbihkan sebagai Pilot Project Kampung Dakwah, dan hadir sebagai narasumber H. Romahurmuziy  atau biasa disapa dengan Gus Romy.

Kepala Kankemenag Kebumen H Imam Tobroni juga memberikan bantuan sosial secara simbolis berupa alat ibadah kepada Kepala Desa Jemur sebagai bentuk apresisasi atas partisipasinya. Bantuan tersebut sedianya akan di distribusikan oleh Pokjaluh Kemenag hari Jumat (15/12) bersama dengan Kepala Kantor dan pejabat Kemenag Kebumen.

Medsos Sarana Dakwah

Menurut Gus Romy media sosial saat ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat, terutama generasi kekinian (milenial) untuk memenuhi kebutuhan informasi. Untuk itu semestinya pola dakwah harus menyesuaikan zaman, akan sangat efektif jika media sosial digunakan sebagai sarana berdakwah.

Menurutnya dalam satu menit di dunia digital terdapat 819.885 orang login di Facebook, 160 juta email di Gmail, 65.900 unggahan di Instagram, dan 41,6 juta pesan di WhatsApp. Ini merupakan sinyal positif memaksimalkan media sosial secara efektif untuk berdakwah.

“Facebook, Instagram, Twitter dan media sosial lainnya menjadi sasaran dakwah. Jangan sampai kita masuk ke media sosial hanya mendapatkan saling caci maki dan beragam ujaran kebencian,” ujarnya.

Menurut dia, dakwah melalui media sosial dilakukan dengan cara menyebarkan atau mengirim pesan, nasehat, ajakan dan mengingatkan tentang tuntunan agama secara efisien. Selain itu, bisa berdiskusi dengan jamaah mengenai berbagai topik permasalahan keagamaan yang dihadapi. Kemudian menshare ilmu kepada orang lain batas dan waktu dengan biaya dan energi terjangkau.(pt/Af)