Farhani : UPZ Penting Untuk Meningkatan Perolehan ZIS Baznas

Karanganyar – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H. Farhani mengatakan bahwa Keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pada masing-masing desa dan satuan kerja instansi adalah sebuah keniscayaan guna meningkatkan perolehan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Hal tersebut disampaikan Kakanwil saat menghadiri Rakerda Baznas Kabupaten Karanganyar di Hotel Tamansari, (22/01).

“Keberadaan UPZ adalah sebuah keniscayaan. UPZ harus dibentuk untuk meningkatkan perolehan zakat, infak, shodaqoh Baznas. Dengan keberadaan UPZ, maka perhitungan ekonomi meningkat, kemudian ekonomi keagamaan juga meningkat yang mana akan mengurangi angka kemiskinan,” ujar Farhani.

Kegiatan yang diikuti ratusan UPZ se Kabupaten itu dihadiri Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wabup Rohadi Widodo, Ketua Baznas Prov. Jateng KH. Daroji, Ketua Baznas Karanganyar Sugiyarso beserta empat wakilnya, Kepala Kemenag Karanganyar H. Musta’in Ahmad, Ketua Pengadilan Agama, Ketua FKUB dan Ketua Ormas Islam se Kabupaten Karanganyar.

Lebih lanjut Kakanwil Kemenag Jateng menghimbau agar Baznas terus memberikan laporannya kepada masyarakat secara transparan agar terbangun kepercayaan publik. Dengan terbangunnya trust dari masyarakat, maka perkembangan Baznas akan semakin baik.

“Baznas perlu memberikan laporan secara rutin, neracanya juga harus di audit, dan kinerjanya harus transparan serta dipublikasikan melalui berbagai media agar masyarakat tahu. Dengan demikian maka semua akan terlibat dalam pengembanga Baznas,” tambah Farhani.

Komitmen Kementerian Agama terhadap perkembangan Baznas di Provinsi Jawa Tengah dapat dilihat dalam surat edaran Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jateng agar disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Instansi Vertikal, maupun BUMD untuk dibentuk UPZ. Dalam sambutannya Kakanwil juga mengapresiasi pengelolaan dan perolehan Baznas Kabupaten Karanganyar yang menurutnya terbaik se Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Karanganyar, Sugiyarso Hadi Saputro dalam laporannya mengatakan bahwa perolehan Baznas di tahun 2017 telah melampaui target yang ditetapkan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, 12 Miliar per tahunnya.

“Saat Rakerda tahun 2016 kami di target oleh Bupati Karanganyar agar memperoleh dana ZIS sebesar 12 Miliar, namun Alhamdulillah setelah berjalannya waktu kami berhasil mengumpulkan ZIS sebesar 13,2 Miliar, dan ini tentu karena kerjasama semua pihak baik itu pimpinan maupun UPZ di lapangan,” jelas Sugiyarso.

Perolehan Baznas Kabupaten Karanganyar selama lima tahun terakhir terus melampaui targetnya. Pada tahun 2014 Baznas memperoleh 5,5 Miliar, Tahun 2015 mendapatkan 6,8 Miliar, Tahun 2016 mendapat 10,2 Miliar dan di tahun 2017 memperoleh 13, 2 Miliar. Atas capaian yang terus meningkat ini, Bupati dan Wakilnya kembali mematok target yang lebih besar lagi kepada Baznas Karanganyar sebanyak 15 Miliar di tahun 2018. (ida-hd/Wul)