Farhani : WTP Merupakan Harga Mati bagi Kementerian Agama

Pati – “WTP merupakan harga mati bagi Kementerian Agama,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka.Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah Farhani, saat memberikan sambutan pada acara pembinaan mental Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Pati, Sabtu (07/07/18) di halaman kantor kemenag Kabupaten Pati.

Menurutnya Opini Wajar tanpa pengecualian (WTP) adalah opini audit yang akan diterbitkan dan dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melalui mekanisme pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria yakni kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan (adequate disclosures), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern.

“WTP diberikan para auditor berdasarkan bukti-bukti audit yang dianggap telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik, dan kalaupun ada kesalahan, kesalahannya dianggap tidak material dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan,” ujarnya.

Selain itu, Farhani mengingatkan kepada ASN Kemenag Kab. Pati khususnya Kepala KUA dan Penyuluh agama yang langsung berhadapan dengan masyarakat agar dapat memberikan informasi dan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya, terlebih semakin maraknya informasi yang berkembang dimasyarakat tentang berita menyesatkan dan berita bohong (hoaks), yang membuat resah masyarakat.

“Pegawai Kemenag harus melek teknologi informasi dan tidak sembarangan dalam mengambil kesimpulan terhadap informasi yang diterima melalui media sosial,” ingatnya.

Farhani menambahkan memasuki tahun haji 2018 agar seluruh ASN Kemenag harus turut mensukseskan penyelenggaran dan pelaksanaan haji tahun ini serta memberikan informasi kepada masyarakat tentang keamanan dan kenyamaan dalam melaksanakan umrah

“Penyelenggaraan haji bukan hanya ASN yang ada dibidang haji saja, namun seluruh ASN Kemenag wajib memberikan informasi tentang penyelenggaraan haji dan umrah,” tambahnya.

Menurutnya saat ini Kemenag Jateng berdasarkan penilaian merupakan Kementerian dengan kinerja rangking satu dalam penyelenggaraan haji untuk tahun ini. “Karena itu perlu kebersamaan untuk kinerja dan pelayanan yang lebih baik demi mempertahankan itu, maka diharapkan sudah tidak ada lagi yang namanya pungli apapun agar fungsi pelayanan bisa lebih berjalan optimal”, katanya.

lagi yang namanya alasan untuk syukuran atau apalah itu. Biarkan semua menerima sesuai haknya, karena biarpun saya tidak tahu tapi banyak yang laporan kesaya. Untuk itu mari semua ASN dilingkungan kemenag Kab. Pati kita bangun kinerja yang bersih dan sehat”, tambah Farhani

Tingkatkan terus program-program yang sudah baik seperti dalam hal pelayanan haji yang saat ini menempati rangking satu untuk tingkat nasional. Bahkan kanwil kemenag jateng juga mendapatkan Award Gratifikasi dari KPK karena terbukti menolak gratifikasi.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh ASN untuk menjaga marwah sebagai aparat Kemenag, dengan terus bekerja dan mempunyai pedoman lima nilai budaya kerja yang terus diilhami dan dihayati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “ASN Kemenag harus menjadi kultur agama bagi masyarakat,” ingatnya.

Sementara, Kepala Kankemenag Kab. Pati Imron, mengatakan Kegiatan ini diikuti oleh pejabat struktural dan fungsional tertentu sebanyak kurang lebih 630 ASN kemenag Pati sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja para pejabat dan ASN dalam melaksanakan amanah dan tugas sehari-hari, katanya.

Dalam sambutannya, Imron juga menyampaikan tentang launching E-Kinerja kemenag Pati yang merupakan aplikasi elektronik yang digunakan untuk penilaian kinerja dari ASN dalam upaya memberikan apresiasi dan pengakuan atas kinerja pegawai kemenag Pati. E-Kinerja ini akan diinput secara online / daring, “ungkapnya.

Dikatakan Imron, tujuan dari pengisian melalui aplikasi E-Kinerja memudahkan para PNS Kemenag Pati melaporkan capaian kinerja hariannya tanpa harus mencetak tiap bulannya, imbuhnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, dengan adanya aplikasi E-Kinerja diharapkan adanya kepastian bagi para pegawai yang menunjukkan kinerja baik dengan mendapatkan apresiasi yang baik pula. Demikian juga sebaliknya, bagi pegawai dengan kinerja buruk mendapatkan imbalan sesuai dengan apa yang dilakukan, harapnya.

Di akhir sambutannya, Imron mengajak para pejabat dan ASN dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati untuk mengimplimentasikan apa-apa yang telah disampaikan oleh bapak Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah dalam pembinaannya agar prestasi kerja dapat diraih.

Acara pembinaan yang berlangsung mulai pukul 8 pagi itu berjalan lancar dan tertib serta diikuti penuh antusias oleh seluruh peserta yang hadir. (Am/bd)