FASI Tingkat Jateng, Ribuan Santri Unjuk Kebolehan

Boyolali – Selama tiga hari ribuan santri cilik yang berasal dari  TKQ, TPQ dan TQA se-Jawa Tengah unjuk kebolehan di ajang kreatifitas bergengsi Festival Anak Sholeh Indonesia ke VI Tahun 2016 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jumat s.d. Minggu (16-18/12).

Momen akbar Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) bagi santri TPQ tersebut di jadikan ajang silaturohmi ustadz dan santri TPQ sekaligus unjuk kebolehan, ajang kreatifitas dan bakat anak-anak muslim, yang didesain dalam bentuk aneka lomba dan keterampilan yang bernuansa islami.

Kegiatan festival ini merupakan ajang  silaturrahim dan  media evaluasi santri di provinsi Jawa Tengah selanjutnya akan menjadi umpan balik perbaikan kurikulum pembelajaran, selain itu juga merupakan salah satu upaya meningkatkan fungsi dan peran TPQ di daerah masing-masing.

Seperti penegasan yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Farhani dihadapan ribuan santri cilik peserta Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) ketika memberikan membuka secara resmi kegiatan terseebut.

Esensi kegiatan bukan hanya sekedar lomba, tetapi juga untuk menciptakan semangat santri TPQ dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Quran. TPQ merupakan lembaga untuk mewujudkan dan generasi muda yang qurani, dan melestarikan nilai-nilai Al-quran di tengah zaman yang sudah berkembang pesat ini.

“Generasi Qurani adalah generasi yang berakhlaq mulia, berguna bagi nusa dan dan bangsa dan bermanfaat bagi lingkungan, serta dengan kegiatan FASI ini para santri menjadi termotivasi dan bangga bahwa kreativitas mereka di bidang agama diapresiasi pemerintah,” tegas Farhani.

Santri Ikrarkan Komitmen Kebangsaan.

Dalam acara itu, para santri cilik dan pendampingnya mengikrarkan komitmen kebangsaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), komitmen tersebut di pimpin atau di pandu ketua Badko Provinsi Jawa Tengah Ateng Chozany Miftah.

Sedangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Biro Pembinaan Mental Setda Pemprov Jateng, Raharjanto Pujiantoro, ketika membuka acara menyampaikan kegiatan Festival Anak Sholeh seperti ini layak kami apresiasi. Sebab, anak-anak kita akan terjaga dari berbagai pengaruh dan ancaman yang bisa memecah keutuhan bangsa.

Mereka berkompetisi dalam 40 jenis bidang kreativitas santri sebelum naik ke level Nasional pada pertengahan 2017 nanti. 40 Jenis kreativitas santri itu antara lain kasidah, tartil, salawatan, kaligrafi, cerdas cermat, pidato, hingga ikrar puisi kebangsaan.

Sedangkan dari hasil kejuaraan tersebut, Kabupaten Purworejo ditetapkan sebagai Juara Umum FASI VI tahun 2016 di susul kafilah dari Kabupaten Kudus dan Kota magelang. (Mursyid_Heri/gt)