Fatchur Rochman: Kami Harap Jemaah Ikhlas

Purworejo – Pandemi yang tak kunjung berakhir, turut berdampak pada penyelenggaraan haji di Indonesia. Untuk kedua kalinya, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membatalkan keberangkatan jemaah hajinya. Keputusan ini termaktub dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Haji Tahun 1442 hijriah/ 2021 masehi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Purworejo, H. Fatchur Rocman, M.Pd.I., saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (14/6) menyatakan bahwa keputusan ini memang berat. “Meskipun berat, kami harap jemaah haji Purworejo legowo dan menerima keputusan ini tanpa lupa senantiasa berdoa agar tahun depan kondisi pandemi telah berakhir dan jemaah haji Purworejo bisa berangkat dengan kuota normal,” harapnya.

Farida Munawaroh, salah satu jemaah haji Purworejo yang tertunda keberangkatannya tahun ini mengungkapkan bahwa dia ikhlas dengan keputusan pemerintah ini. “Kami yakin ini yang terbaik buat kami. Dan tentunya kami berharap tahun 2022, haji dapat dilaksanakan dengan baik dan sempurna seiring sirnanya pandemi Covid-19,” harapnya.

Fatchur menjelaskan bahwa pembatalan keberangkatan haji ini dilakukan karena pandemi covid-19 ini masih tinggi, ditambah banyaknya varian mutasi baru dari virus ini. “Pada Kamis, 3 juni setelah koordinasi dengan DPR RI berikut ormas Islam Menteri Agama memutuskan mengeluarkan kebijakan penyelenggaraan haji tahun ini dibatalkan keberangkatannya dan diundur tahun depan. Beliau juga berharap jemaah juga senantiasa berdoa agar diberi kesehatan dan pandemi Covid-19 segera berlalu.

“Selain itu, hingga KMA ini terbit, Pemerintah Arab Saudi tidak kunjung mengundang negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia untuk membahas nota kesepahaman terkait penyelenggaran haji tahun 2021 masehi,” tambah beliau. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Drs.H.Harwal Masyhuda memaparkan bahwa kami sudah mempersiapkan administrasi dalam negeri termasuk dokumen haji sudah siap. Vaksin meningitis dan covid-19 juga sudah dilakukan. “Pada dasarnya tidak ada masalah dengan persiapan dalam negeri. 756 paspor jemaah sudah siap berikut bukti vaksinnya.” tegasnya. (azizah/sug)