Fatimah Farhani : Jangan Kebablasan dan Harus Saling Percaya

Semarang, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Siti Fatimah Farhani memberikan pembinaan pada peringatan hari Kartini yang diselenggarakan oleh DWP Kemenag Kota Semarang, di aula kantor setempat, Kamis (20/04).

Istri Kakanwil Kemenag Jateng ini menyampaikan bahwa emansipasi yang diperjuangkan Kartini harus kita sikapi secara proporsional. “Jangan kebablasan, antara istri dan suami harus saling mendukung dan saling percaya. Tidak boleh ada rasa curiga meskipun suami sedang dinas di luar kota,” ungkapnya.

Di hadapan sekitar 130 peserta anggota DWP Kota Semarang, Fatimah berpesan agar sebagai istri harus selalu mensyukuri terhadap apa yang kita peroleh. “Jangan menuntut lebih dari apa yang kita punya, berbuatlah sesuai kemampuan,” pesannya.

Diterangkan bahwa perilaku istri dapat berpengaruh pada pribadi dan kinerja suami. Jangan sampai suami melakukan korupsi hanya karena untuk mencukupi tuntutan istri. Apabila hal tersebut terjadi dan ketahuan maka yang akan menanggung beban keluarga adalah istri, karena jika suami mendapat hukuman, suami tidak bisa mencari nafkah sehingga istri harus menghidupi keluarga disamping juga harus menanggung rasa malu.

Fatimah memaparkan juga tentang peran vital istri dalam mewujudkan keluarga sakinah. Sebagai orang tua, suami dan istri berkewajiban mengajarkan dan menanamkan nilai moral dan nilai kejujuran pada anak.

Lebih lanjut ia menyampaikan keprihatinannya dengan tingginya angka perceraian dewasa ini. Disampaikan, angka perceraian tertinggi adalah Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah, sedangkan urutan terkecil adalah provinsi Aceh. Penyebab keretakan rumah tangga menurutnya adalah karena adanya orang ketiga, faktor ekonomi, dan pertengkaran rumah tangga. Dari berbagai kasus yang ada ternyata banyak pihak perempuan yang mengajukan perceraian.

Menyikapi fenomena ini, ia berpesan “DWP Kemenag harus berlifestyle sederhana, jangan berlebihan. Sebelum mengambil sikap hendaknya dipertimbangkan dan dipikirkan secara matang, terlebih jika ada anak karena anak membutuhkan orangtua,”.

Pada akhir pengarahannya, Fatimah Farhani mengajak untuk memberantas korupsi sebagai musuh bangsa dan negara Indonesia. “Sebagai perempuan kita harus ikut berperan dalam mensukseskan program anti korupsi dengan slogan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK).

Pada kesempatan tersebut, sebelum pembinaan dilakukan penyematan pin oleh Ketua DWP Kanwil Kemenag Jateng Fatimah Farhani kepada Ketua DWP Kemenag Kota Semarang Khotijah Habib. Juga diserahkan alat peraga SPAK. (ch/gt)