Fenomena Narkoba, Kakankemenag Minta Keaktifan Penyuluh

Rembang — Beberapa hari terakhir ini marak berita di media sosial tentang distribusi permen yang ditengarai mengandung narkoba. Melalui akun whatsapp, para netizen beramai-ramai memforward pesan bergambar permen dengan merek tertentu kepada rekan lainnya agar bisa bersama-sama menghindari mengonsumsinya.

Hal ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Atho’illah. Menurut dia, fenomena jajanan yang mengandung narkoba memang telah lama ditengarai. Parahnya, jajanan ini menyerang anak-anak yang merupakan calon generasi penerus bangsa.

Dimintai pendapat pada pagi ini, Atho’illah mengatakan, hal ini merupakan rekayasa dari oknum tertentu yang dengan sengaja ingin merusak generasi penerus bangsa. “Bisa saja ini merupakan agenda setting dunia menyangkut politik ekonomi global yang menyerang Indonesia. Karena negeri ini kaya raya. Dengan merusak generasi mudanya melalui narkoba, maka mereka akan dengan mudah menguasai sendi-sendi perekonomian kita,” urainya beranalisa.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada penyuluh Agama Islam untuk aktif memberikan pengertian kepada masyarakat, baik kepada para orang tua, remaja, dan anak-anak. “Di sinilah peran penyuluh sangat dibutuhkan. Penyuluh harus bisa memberitahu kepada masyarakat, agar menghindari penggunaan narkoba. Sebab, ini akan merusak masa depan mereka,” tegasnya.

Himbauan kepada penyuluh telah dilakukan dalam beberapa kali kesempatan. Baik dalam setiap rakor KUA maupun workshop. “Kami tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk menjaga diri menghindari narkoba dan berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman yang beredar di pasaran. Karena kita tidak tahu apakah di dalamnya terkandung narkoba atau tidak,” tandas Atho’illah.

Atho’illah menambahkan, edukasi terhadap masyarakat ini merupakan tugas dan fungsi Kementerian Agama untuk menjalakan visi misi, salah satunya mewujudkan masyarakat yang taat beragama.(ss/bd).