FKUB Selenggarakan Pembinaan Kerukunan Umat Berama Bagi Siswa

Blora – Bertempat di Aula kankemenag Blora, pada Selasa (8/8) Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Blora menyelenggarakan pembinaan kerukunan umat beragama bagi pelajar OSIS SMA SMK se Kabupaten Blora beserta guru pendamping untuk memberikan wawasan tentang upaya menciptakan kerukunan umat di kalangan pelajar, yang dihadiri pelajar, guru, pengurus FKUB, tokoh agama dan jajaran Polres Blora, serta Kemenag Blora.

Ketua FKUB Blora, H. Ishad Shofawi melalui Sekretaris FKUB, Drs.H. Dwiyanto,M.Ag menyampaikan bahwa para siswa di sekolah bersama seluruh stakeholder baik guru dan masyarakat hendaknya bisa mendapatkan pencerahan dan wawasan tentang arti pentingnya menjaga suasana kondusif dan kerukunan serta mencegah berbagai paham radikalisme yang bisa memecah belah persatuan apalagi banyak tantangan yang dihadapi di era globalisasi saat ini, sehingga FKUB Blora beritikad untuk menyelenggarakan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama.

“kami berharap peserta yang hadir terutama siswa siswi di sekolah bisa mendapatkan pencerahan dan ilmu bagaimana meningkatkan kesadaran untuk senantiasa menjaga kerukunan dan pluralisme serta mencegah berbagai paham radikal dan merasa paling benar dalam beragama”papar Dwiyanto.

“Selain itu, tantangan dan permasalahan umat dewasa ini semakin komplek yang bisa merusak kerukunan umat sabagai akibat ketegangan sosial, ketidakadilan ekonomi, rendahnya pendidikan, penegakan hukum lemah dan ketegangan politik yang akhirnya memicu fanatisme keagamaan di masyarakat”.

Untuk itu Dwiyanto menjelaskan bahwa problem sosial tersebut harus bisa disikapi secara bijak terutama pihak sekolah untuk bisa mendidik generasi muda agar tidak terpengaruh konflik agama sehingga FKUB perlu melakukan upaya fasilitasi, edukasi seperti pembinaan ke siswa, sekolah dan masyarakat, komunikasi yang intensif ke tokoh agama, koordinasi bersama, keteladanan dari pemimpin, serta membangun dialogis secara sinergis.

Hal senada diungapkan kepala Kankemenag Blora, H. Nuril Anwar,SH,MH yang menyampaikan bahwa dasar negara Kita Pancasila dan UUD 1945 sangat menekankan arti pentingnya kerukunan dengan menjamin pemeluk untuk beribadah sesuai keyakinan masing masing yang dijamin oleh negara, dimana subtansi kerukunan tersebut adalah menerima, menghormati dan berkolaborasi dengan perbedaan.

Nuril juga menandaskan bahwa saat ini  ada beberapa tantangan kerukunan yang perlu diatasi seperti penyiaran keagamaan, penodaan agama, penafsiran agama, aliran aliran agama, pendirian rumah ibadat, tansparansi informasi keagamaan, kepentingan politik, ekonomi, perbedaan nilai sosial budaya, dan teknologi informasi dan media sosial yang semakin bebas.

Menurutnya Kementerian Agama mempunyai peran strategis untuk menciptakan kerukunan melalui sosialisasi regulasi,kebijakan dan program terkait kerukunan umat beragama, melakukan dialog dengan tokoh dan aktor kerukunan umat baik tokoh agama, tokoh masyarakat, adat dan lainnya, berkoordinasi dengan majlis agama maupun kemnterian atau lembaga masyarakat terkait, membangun jaringan dengan lembaga dan ormas yang memiiki perhatian terhadap program kerukunan, pemberdayaan tokoh agama dan FKUB melalui bantuan operasional, sekber FKUb dan lainnya serta mendorong sikap keberagaman umat beragama untuk menjunjung tinggi toleransi, moderasi dan mencegah pemikiran tertutup (eksklusif).

“kami sangat berharap peran serta guru, tokoh agama dan masyarakat maupun Polri untuk saling bersinergi menjaga kerukunan dan keharmonisan beragama  dan  siswa kita pun perlu mendapat pemahaman yang komprehensif tentang arti penting menjaga kerukunan”paparnya serius.

Sementara itu, narasumber dari Polres Blora, Kapolres Blora, Saptono,SIK melalui Kaur Bina operasi Sat Binmas Polres Blora, Tejo Utomo,SH yang membawakan materi mengantisipasi gerakan radikalisme di sekolah  menyampaikan bahwa untuk menciptakan kerukunan dan mengantisipasi gerakan radikalisme di kalangan pelajar diperlukan kerjasama yang terpadu antara pihak sekolah, orangtua maupun masyarakat karena potensi penyebaran paham itu bisa dari berbagai aspek terutama lingkungan.

Pihaknya menandaskan bahwa Polres Blora selalu siap menerima laporan tentang indikasi gerakan radikal apalagi mengarah ke terorisme namun saat ini suasana di Blora sudah kondusif yang perlu dijaga.

“kami mengharapkan pihak sekolah juga pro aktif untuk memberikan wawasan tentang paham yang benar dalam beragama karena sekolah merupakan sarana efektif untuk menyebarkan suatu paham sehingga siswa bisa terbentengi dari pengaruh paham radikal, selain kontrol orangtua dan lingkungan masyarakat setempat”ujarnya.

Sementara itu, Kasi Intel Polres Blora, Sutamto juga menyampaikan tentang bahaya paham radikalisme, narkoba dan pengaruh yang negatif dalam bergaul sehingga  untuk menjaga pemikiran generasi muda diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang sinergis pemerintah, masyarakat, sekolah dan orangtua.

Ada beberapa daerah yang memiliki temuan fakta di lapangan mengejutkan, dimana sejumlah pelajar di sekolah yang pernah mendapatkan arahan untuk pendirian negara Khilafah dan radikal yang perlu diwaspadai dan jangan sampai merambah di Blora.

Yang membahayakan dari Paham radikalisme adalah upaya persemaian pemikiran  di sekolah-sekolah, kemudian mereka juga menyebarkan pengaruhnya dengan serangkaian perekrutan anggota baru, pelatihan dan pendidikan kader yang dilakukan secara masif dan harus diantisipasi secara bersama supaya pelajar tidak terjerumus terhadap pemahaman akidah yang dangkal. (ima/bd)